Gubernur Minta Masyarakat Tetap WaspadaWalau Kaltim Aman Gempa Bumi dan Tsunami
2010-11-03 05:16:55
SAMARINDA–Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak menegaskan hingga saat ini, Kaltim merupakan daerah aman dari bencana alam, seperti gempa bumi dan tsunami. Namun, masyarakat harus tetap waspada, karena ancaman bisa saja sewaktu-waktu terjadi diluar perkiraan manusia. "Apalagi diperkirakan telah terjadi perubahan iklim yang begitu ekstrim. Akibat ulah manusia itu sendiri. Seperti pengaruh pembabatan hutan (illegal logging), penambangan liar (illegal mining), pembukaan tambak maupun kegiatan usaha lainnya yang tidak berwawasan lingkungan," jelas Dr H Awang Faroek Ishak dalam acara Penggalangan Dana Masyarakat Kaltim Peduli Bencana di Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim, akhir pekan lalu. Menurut Awang, seluruh stakeholders, maupun lapisan masyarakat harus berupaya mengantisipasi pengaruh daripada pemanasan global yang ikut mempengaruhi kondisi-kondisi alam. Sesuai laporan dari Badan Meteorologi dan Giofisika (BMG), bahwa ada indikasi kuat terjadi gejala badai La Nina yang moderat, "Ini artinya, akan terjadi badai atau curah hujan yang cukup tinggi diiringi dengan gelombang pasang yang tinggi. Kondisi ini merupakan ancaman bagi masyarakat yang berada didaerah pesisir, apalagi banyak hutan mangrove yang dibabat untuk usaha pertambakan. Seperti yang terjadi badai tsunami di Kepulauan Mentawai yang merupakan daerah pesisir. Begitu pula, Kaltim yang banyak memiliki daerah pesisir. Bahkan, beberapa kali daerah di Kaltim dilanda badai angin puting beliung. Diantaranya Balikpapan, Samarinda dan Kutai Kartanegara," papar Awang. Selain itu, kata dia, kawasan hutan yang telah terdegradasi alam, akibat pembalakan hutan maupun penambangan batu bara liar. Tentu ini akan memicu terjadinya bencana, seperti di wilayah Distrik Wasior Papua Barat beberapa waktu lalu yang juga mengakibatkan banyak kerugian bukan hanya material tetapi juga telah menelan korban jiwa. “Bencana yang terjadi dapat saja karena memang kondisi geografis daerah tersebut. Namun tidak menutup kemungkinan pula akibat ulah manusia itu sendir dengan melakukan pengrusakan lingkungan. Serta ditambah lagi dengan adanya perubahan-perubahan iklim yang terus terjadi dengan kondisi yang berubah-ubah dan semakin ekstrim, yang tentu saja dapat mengakibatkan bencana yang tidak diduga-duga, oleh karena itu sekali lagi ditegaskan seluruh masyarakat Kaltim harus tetap waspada,”papar Awang.mar/adv
|