Kaltim Tuan Rumah P2B2 Nasional2010-11-03 05:26:50
SAMARINDA-Kaltim terpilih sebagai tuan rumah Pelatihan Penanggulangan Bahaya Banjir Nasional (P2B2) tingkat nasional. Hanya saja, menurut Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak yang diwakilkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kaltim, Budi Pranowo seluruh kabupaten dan kota di Indonesia saat ini tidak ada yang terbebasnya dari bahaya banjir. Bahkan, berbagai upaya penanganan banjir juga dilakukan, mulai proyek perbaikan drainase, pengerukan sungai-sungai, pembangunan folder, bendungan serta penyediaan peralatan pendukungnya, memerlukan dana yang tidak sedikit dan menguras anggaran pembangunan suatu daerah. Karenanya, diharapkan dengan pelatihan P2B2 Nasional mampu memberikan solusi dan rekomendasi untuk menanggulangi permasalahan banjir di Negeri ini. Sebagai tuan rumah, bencana banjir juga pernah beberapa kali menimpa Kaltim dan berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah, selama tahun 2009 lalu telah terjadi 40 kejadian banjir dan 18 kejadian tanah longsor. Sedang-kan di tahun 2010 ini telah terdapat 17 kejadian banjir dan 25 kejadian tanah longsor. ”Karena itu, banjir menuntut perhatian dan penanganan semua pihak, tidak terkecuali peran relawan dari para mahasiswa yang tergabung dalam Korps Relawan (KSR) Perguruan Tinggi se-Indonesia yang mengadakan pelatihan di Kaltim,” ujarnya. Melalui kegiatan pelatihan penanggulangan banjir yang digelar 1-7 Nopember mendatang di Kaltim, diharapkan agar para peserta yang datang dari seluruh Indonesia mengetahui peran, tugas dan fungsinya, serta mampu dan profesional dalam melaksanakan tugas-tugasnya dengan cepat dan tepat. ”Penyelenggaraan penanganan bencana selain merupakan tanggung jawab dan wewenang Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, tetapi juga memerlukan partisipasi masyarakat, termasuk mahasiswa. Kemudian dari itu, saya harapkan kegiatan ini dapat dilaksanakan secara terencana, terpadu, menyeluruh dan terkoordinasi dengan baik,” kata dia. Dengan tema ”Aplikasi dan Optimalisasi kinerja Korps Relawan Perguruan Tinggi yang handal dalam penanggulangan bencana banjir,” Budi Pranowo menegaskan bahwa bencana alam tidak dapat diduga sebelumnya, namun bencana alam dapat diminimalisir dengan prediksi, dan kesiapsiagaan personel dan peralatan yang dimiliki. mar
|