Kukar Urutan Empat Kasus HIV/AIDS di KaltimTeratas Samarinda dengan 728 Pengidap HIV
2010-11-03 05:40:01
TENGGARONG- Kabupaten Kutai Kartanegara menempati urutan ke empat terbanyak untuk kasus HIV/AIDS di wilayah Kaltim, yakni 102 orang dengan 8 orang dinyatakan telah menjadi penderita AIDS dan 3 orang diantaranya telah meninggal. Sementara berada di posisi teratas adalah Kota Samarinda yaitu 728 orang, 178 telah menjadi penderita AIDS dan 36 orang diantaranya telah meninggal. Kemudian Kota Balikpapan di urutan kedua dengan jumlah pengidap 408 orang, 186 telah menjadi penderita AIDS dan 44 diantaranya telah meninggal. Sementara di urutan ketiga adalah Kota Tarakan dengan 289 orang pengidap, 29 orang diantaranya telah menderita AIDS dan 13 orang diantaranya telah meninggal. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim, Syafak Hanung pada acara pembukaan seminar penanggulangan HIV/AIDS yang berlangsung di Hotel Grand Elty Tenggarong, Selasa (2/11). Secara keseluruhan di Kaltim, kata Syafak Hanung, berdasarkan data yang dihimpun dari hasil sero survey, data dari VCT rumah sakit, data dari PMI Kaltim serta data dari para dokter praktek di Kaltim, sampai saat ini terdapat 1.725 pengidap HIV. Dari jumlah tersebut 411 diantaranya positif AIDS dan 107 orang diantaranya meninggal. Khusus di Kukar menurut Hanung, sebenarnya akan labih banyak lagi jumlah kasus HIV apabila dimasukan dalam program penanggulangan HIV/AIDS yang dibantu oleh Global Fund atau dari KPA Nasional. Menurut Hanung, dalam sepuluh tahu ke depan penyakit ini mungkin belum dapat ditanggulangi sehingga masih merupakan masalah kesehatan masyarakat dan juga mempunyai implikasi sosial ekonomi yang luas. "Penderita bukan saja akan dialami oleh orang yang tertular HIV/AIDS, tapi juga akan dirasakan oleh keluarga dan masyarakat," kata Hanung. Itu dikarenakan data yang memasukan ibu rumah tangga sebagai bagian dari pengidap HIV/AIDS. Hanung dalam kesempatan itu juga menyampaikan, penyebaran HIV yang terdapat di seluruh kabupaten/kota di kaltim didukung banyaknya perusahaan pertambangan dan perkayuan, sehingga timbul lokalisasi yang tidak resmi. Dikatakan, berdasarkan data Dinas Kesehatan, di Kaltim ada 32 lokalisasi yeng tersebar di semua kabupaten dan kota dengan jumlah wanita penjaja seksual (WPS) lebih dari 11.200 orang. yd
|