IDI Kukar Gelar Seminar Penanggulangan HIV/AIDSKerjasama Dengan Total dan Pemkab Kukar
2010-11-03 05:41:25
TENGGARONG- Kasus HIV/AIDS yang digambarkan bagai gunung es menjadi alasan utama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Kutai Kartanegara menggelar seminar penanggulangan HIOV/AIDS. Seminar sehari yang berlangsung di Hotel Grand Elty, Selasa (2/11) itu dibuka secara resmi Wakil Bupati Kukar HM Ghufron Yusuf, dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim, HM Syafak Hanung, tokoh mayarakat dan LSM peduli kesehatan. Seminar tersebut menghadirkan narasumber dari Kementerian Kesehatan dan Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN). Syafak Hanung dalam kesempatannya menyampaikan, seminar yang dilaksanakan IDI Kukar itu sangat tepat, mengingat kasus HIV/AIDS di Kaltim menunjukan peningkatan tajam. Dimana berdasarkan hasil sero survey, data dari VCT rumah sakit, data dari PMI Kaltim serta data dari para dokter praktek di Kaltim, sampai saat ini terdapat 1.725 pengidap HIV. Dari jumlah tersebut 411 diantaranya positif AIDS dan 107 orang diantaranya meninggal. Kasus yang diperkirakan akan terus berkepanjangan ini, menurut Hanung dikarenakan masih terdapatnya faktor-faktor yang memudahkan penularan. Dua cara penularan yang terbanyak pada infeksi HIV ini adalah melalui hubungan seks yang tidak aman dan penyalahgunaan jarum suntik. Hanung juga mengatakan, di wilayah Kaltim tidak ada lagi kabupaten/kota di yang tidak ada pengidap HIV/AIDS, sehingga penting dilakukan penanggulangan yang melibatkan seluruh komponen masyarakat. Sementara perwakilan dari Total E&P Indonesie (TEPI) dr Eko mengatakan, partisipasi Total dalam penanggulangan HIV/AIDS di kaltim adalah dengan membuat program yang diarahkan bagi generasi muda terutama yang banyak dikenal dengan istilah ayam kampus, yang dianggap sangat rentan menjadi tempat penyebaran HIV. Sedangkan Wakil Bupati Ghufron Yusuf menginginkan seminar yang dilaksanakan dapat ditindaklanjuti melalui program aksi di lapangan. Ghufron juga berharap KPAD memiliki kepanjangan tangan di kecamatan-kecamatan, sehingga sosialisasi bisa dilakukan secara menyeluruh, mengingat tidak menutup kemungkinan kasus HIV/AIDS juga akan merambah di desa-desa. Berdasarkan data, kata Wabup, hingga Oktober 2010 di Kukar tercatat 102 penderita HIV, yang didimonasi masyarakat usia produktif dan 3 diantaranya sudah meninggal. "Ini menjadi tanggungjawab bersama seluruh stakeholders, seperti SKPD terkait, pemuka agama, tokoh masyarakat, kalangan pendidik, orang tua juga penegak hukum serta generasi muda yang peduli terhadap masalah ini," kata Wabup. Ketua pelaksana, Bambang Triono dalam laporanya mengatakan, tujuan seminar adalah tersosialisasinya pemahaman mengenai bahaya penyakit HIV/AIDS dan penanggulangan secara menyeluruh agar lebih tertata dan terkoordinasi. Sebagai tindaklanjut, Bambang berharap di Kukar didirikan klinik (VCT) sebagai wadah pendeteksian, penanganan dan konsultasi mengenai HIV/AIDS. Seminar kemarin juga dirangkai dengan pelantikan pengurus Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kabupaten Kukar. yd
|