Peningkatan SDM Prioritas Utama Pembangunan2010-11-04 05:39:26
SAMARINDA-Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak diwakili Staf Khusus Bidang Kesra dan SDM, Dwi Nugroho mengatakan, bahwa Pemprov Kaltim terus berusaha meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai prioritas utama pembangunannya, selain peningkatan pembangunan di bidang infrastruktur dan pertanian dalam arti luas. "Peningkatan kualitas SDM itu dilaksanakan dengan mening-katkan kualitas pendidikan, baik pendidikan formal maupun pendidikan non-formal yang diselenggarakan lembaga kependidikan masyarakat,"jelas Dwi Nugroho, saat membuka acara Seminar Pendidikan dan Workshop Internasional tentang Pembelajaran Anak Berkebutuhan Khusus Melalui Metode “Lesson Study” yang menghadirkan para pakar dari Jepang, Thailand dan Uganda yaitu Prof Hideo Nakata dari Universitas Tsukuba, Prof. Pennee Narrot dari Khon Kaen University dan Juma Abdu Wamaungo dari Kyambago University, yang dilaksanakan Rabu (3/11) diruang Serba Guna Kantor Gubernur Kaltim. Dwi menambahkan, dalam pelaksanaannya, Pemprov Kaltim juga memberikan keleluasaan bagi daerah di seluruh Kabupaten/Kota untuk mengembangkan sistem pedidikan sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan daerah masing-masing. Misalnya dengan memberikan bantuan beasiswa, pembebasan biaya sekolah, pemberian insentif guru dan lain sebagainya. "Begitu pula halnya dengan masukan terhadap metode atau sistem pendidikan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dengan senang hati menerima dengan harapan akan mem-berikan dampak positif terhadap kegiatan belajar-mengajar,"ujarnya. Dwi menjelaskan, Lesson Study adalah suatu metode yang dikembangkan di Jepang yang dalam bahasa Jepangnya disebut Jugyokenkyuu. Istilah Lesson Study sendiri diciptakan oleh Makoto Yoshida.Lesson Study merupakan suatu proses dalam mengembangkan profesionalitasguru-guru di Jepang dengan jalan menyelidiki dan menguji praktik mengajar mereka agar menjadi lebih efektif. "Beberapa langkah dialakukan yang dimualai dengan sejumlah guru bekerjasama dalam suatu kelompok. Kerjasama ini meliputi: Perencanaan, Praktek mengajar, Observasi dan Refleksi yakni kritikan terhadap pem-belajaran. Kemudian salah satu guru dalam kelompok tersebut melakukan tahap perencanaan yaitu membuat rencana pembelajaran yang matang dilengkapi dengan dasar-dasar teori yang menunjang,"paparnya. Selanjutnya, semua guru dalam kelompok termasuk guru yang telah mengajar kemudian bersama-sama men-diskusikan pengamatan mereka terhadap pembelajaran yang telah berlangsung. Tahap ini merupakan tahap refleksi. Dalam tahap ini juga di diskusikan langkah-langkah perbaikan untuk pembelajaran berikutnya. Hasil ini selanjutnya diimplementasikan pada kelas atau ruang pembelajaran berikutnya. Begitu seterusnya proses atau langkah-langkah ini kembali berulang.Kelebihan metode Lesson Study adalah; dapat diterapkan di setiap bidang mulai seni, bahasa, sampai matematika dan olahraga dan pada setiap tingkatan kelas, serta dapat dilaksanakan antar/lintas sekolah. "Oleh karena itu, saya memandang, metode Lesson Study ini tidak salahnya juga diterapkan untuk proses belajar-mengajar untuk pendidikan anak berkebutuhan khusus yakni pada anak-anak yang mengalami gangguan penglihatan, pendengaran, intelektual, perilaku dan emosi. Semoga dengan metode yang khas ini, para guru akan lebih maksimal memberikan layanannya kepada anak didik dengan hasil yang maksimal pula,"pungkas Dwi.mar
|