Korban Masih TraumaBocah Disandera Pamannya Sendiri
2010-11-04 06:39:40
SAMARINDA-Arboniska Ilham Pratama (5), warga jL KH Harun Nafsi Sempaja, Rabu pagi (3/11) terlihat masih trauma. Anak yang sebelumnya periang ini terlihat enggan berbicara, bahkan ketika diajak berbicara, bocah yang duduk disekolah TK ini hanya diam. Ilham dan Ibunya bahkan sempat mengungsi di rumah tetangga yang tinggal tidak jauh dari rumahnya. Elisa, ibu kandung Ilham mengaku kalau mereka sekeluarga masih trauma. Bahkan Ilham hingga saat ini masih ketakutan. Elisa mengaku masih tak enak badan. Beberapa bagian tubuhnya ditempeli obat penahan nyeri. "Kami masih shook. Ilham hingga saat ini masih sukar diajak komunikasi oleh orang lain," kata Elisa. Elisa masih khawatir dengan keselamatan dirinya dan Ilham. Sehingga dirinya melarang Ilham berangkat ke sekolah. Meski telah mengalami kejadiaan yang membuatnya trauma, namun Elisa telah memaafkan Kaijen (pelaku penyekapan,red). Karena selama 4 tahun, serumah dengan Kaijen, tidak pernah memperlihatkan gelagat buruk. "Saya yakin, bahwa dia tidak memiliki niat jahat atas kejadiaan itu. Mungkin saja dia banyak masalah dan tertekan sehingga ia nekat melakukan hal itu," kata Elisa. Ilham sendiri selama dalam penyekapan tidak mengalami penyiksaan fisik. Artinya, Kaijen tak memiliki niat mencelakakan si Ilham. Namun dia kini hanya bisa berharap agar Embong, ayah Ilham yang saat ini masih berada di hutan untuk mencari getah gaharu dapat segera tiba dirumah. Sementara Kaijen setelah berhasil diamankan petugas kepolisiaan dan warga akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Adma Mahakam Husada untuk menjalani serangkaiaan tes. Berdasarkan keterangan sumber di kepolisiaan, Kaijen diduga mengalami depresi akibat tak dapat mengembalikan uang milik pengusaha sarang burung walet tempatnya bekerja. Uang sebesar Rp40 juta itu merupakan hasil penjualan sarang burung walet, dan uang itu digunakan untuk berfoya-foya bersama rekannya. Sementara saat sang pemilik meminta uang itu, Kaijen tidak dapat memberikannya. Karena depresi inilah, Kaijen kemudiaan menyekap Arboniska Ilham Pratama untuk dijadikan tameng agar pemilik gua tidak menghakiminnya. Kepala Rumah Sakit Adma Husada Mahakam Ardiansyah kepada Poskota Kaltim mengatakan bahwa pihaknya belum bisa memastikan bahwa Kaijen mengalami gangguaan jiwa. "Pihak Rumah Sakit harus melakukan serangkaiaan tes terhadap Kaijen. Ini untuk memastikan bahwa orang ini benar-benar gila," kata Ardiansyah.M4n
|