Perumahan Griya Mukti Terandam Banjir Selama 3 Hari2010-11-04 06:43:33
SAMARINDA-Banjir merendam puluhan rumah di Perum Griya Mukti Sejahtera Jl PM Noor Kelurahan Temindung Permai, sejak Senin (1/11) hingga Rabu (3/11) kemarin setinggi setinggi lutut orang dewasa. Sejumlah warga yang ditemui wartawan Poskota Kaltim mengatakan, bahwa permukaan air anak Sungai Karang Mumus di sekitar perumahan mereka mulai merangkak naik sejak Senin (1/11) hingga sekarang. "Hari ini, air lebih tinggi di bandingkan kemarin, melihat gejala permukaan air sungai semakin meninggi dan akan turun hujan lagi, kami harus waspada," kata Sukamto, warga RT 06 saat ditemui Poskota Kaltim, Rabu (3/11). Kondisi tersebut semakin diperparah saat hujan deras melanda Samarinda 2 hari terakhir. Sukamto menuturkan tinggi air semula hanya setengah lutut dewasa. Namun saat hujan turun, secara perlahan merangkak naik setinggi lutut orang dewasa. "Arus air sangat deras. Permukaan air semakin meninggi," ujarnya. Ia menduga banjir itu merupakan banjir kiriman dari kawasan Samarinda Utara, tepatnya limpahan air bendungan Benanga, Desa Lempake dan pasangnya anak Sungai Karang Mumus. "Kalau debit air di Bendungan Benanga tinggi, dipastikan perumahan Griya Mukti kebanjiran," katanya. Hal senada dikatakan Darmansah, warga Griya Mukti Sejahtera. Menurutnya, musibah banjir kiriman tersebut seharusnya menjadi perhatian Pemkot. Betapa tidak, kondisi demikian sudah berlangsung sejak lama dan menjadi langganan warga sekitar perumahan. "Terus terang saja kami waswas kalau hujan turun. Belum lagi hujan ditambah air pasang. Ini mengkhawatirkan," katanya. Hingga berita ini diturunkan, pukul 17.00 Wita permukaan air semakin meninggi. Kondisi tersebut disebabkan hujan yang mengguyur Samarinda sejak Selasa (2/11) sore. Banjir yang terjadi di Perumahan Griya Mukti Sejahtera juga mengakibatkan sebuah langgar yang berada di daerah tersebut terendam air. Akibatnya tempat ibadah tersebut tidak bisa digunakan untuk sholat akibat terendam air. Banjir yang terjadi juga membuat kegembiraan sejumlah anak-anak di daerah tersebut sebagai ajang bermain di lokasi banjir tersebut. aon
|