Tim BBM Berantas Pedagang Bensin Eceran2010-11-05 03:49:33
TANJUNG REDEB- Aparat kepolisian Polres Berau, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag), Bagian Ekonomi Pemkab Berau yang tergabung dalam tim penanganan masalah BBM di Berau mulai melancarkan aksi penertiban terhadap pedagang premium eceran. Dimulai kemarin (Kamis 4/11), tim turun ke lapangan “memberantas” pedagang yang masih bandel. Setelah beberapa waktu diberi kesempatan untuk menghabiskan stok premium ecerannya, ternyata masih sangat banyak pedagang bensin eceran yang mucil. Dalam operasi penertiban kemarin, petugas memaksa pedagang eceran itu untuk menghabiskan stok bensin yang dimiliki serta menyita semua peralatan seperti botol dan jerigen, tak luput tempat yang dijadikan untuk berjualan juga dibongkar dan diangkut menggunakan truk Pol PP untuk diamankan. “Sudah cukup waktu yang diberikan mulai pemberitahuan kita melalui sosialisasi hingga sampai pada hari ini keputusannya adalah tertibkan semua,” tegas Gamal Suwanto, Kasi operasionnal Pol PP yang ditemui di lapangan. Beruntung, tim tidak membawa serta pedagang seperti pernah direncanakan. Petugas hanya menyita alat, serta menghabiskan seluruh stok yang dimiliki dengan cara menjual bensin itu seharga Rp 5.500 per liternya. Harga tersebut masih Rp 1.000 lebih mahal dibandingkan harga di SPBU. Mengetahui hal itu, pengendara roda 2 yang melintas langsung berebut untuk membeli. “Mumpung murah,” ujar seorang pengendara yang ikut membeli. Harga tersebut memang sangat murah dibandingkan jika membeli di eceran seperti biasa dengan harga Rp 7.000 bahkan sampai Rp 15.000 jika sedang langka. Petugas juga memeriksa rumah pengecer untuk mengeluarkan semua stok yang dimiliki. Nada protes tak urung keluar dari pemiliki. “Kami juga cari makan pak, kami saja beli dari penyedot sudah mahal makanya kami jual harga Rp 7000, biasa juga lebih mahal kami diberi 150 ribu sampai pernah 200 ribu satu jerigen 20 liter, makanya kami jual mahal. Kalau mau tertibkan, mereka juga (penyedot, red) ditertibkan, jangan kami saja,” ungkap seorang penjual bensin eceran. Dalam operasi kemarin juga terlihat mahasiswa dan organisasi pemuda yang ikut memantau jalannya razia. ”Ada baiknya juga penertiban seperti ini, tapi kami rasa ini dampak kosongnya semua SPBU. Kalau mau lebih efektif, putus mata rantainya, yakni penyedotnya karena itu sumber utama masalah antrian panjang dan kelangkaan,” ujar seorang mahasiswa. as
|