Pendidikan Gratis BerkeadilanJaang Resmikan Penempatan Gedung Baru SMKN 18
2010-11-05 04:01:12
SAMARINDA—Wakil Walikota Samarinda H Syaharie Jaang meninterprestasikan bahwa pendidikan gratis adalah gratis berkeadilan, dimana membangun pendidikan pun bukan semata tanggung jawab pemerintah melainkan tanggung jawab bersama. ”Jangan mentang-mentang Pak Rustam Sekretaris Dinas Pendidikan, lantas anaknya tidak diminta iuran. Sekalipun anak saya, kalau ada iuran juga harus minta. Jangan juga mentang-mentang anak kontraktor, pengusaha batubara malah tidak diminta iuran. Harus gratis berkeadilan, supaya ada subsidi silang. Dan saya ingatkan juga, pihak sekolah pun jangan lantas terus mengada-adakan iuran, tapi wajar dan berkeadilan,” ujar Syaharie Jaang dalam sambutannya ketika meresmikan penempatan gedung baru SMKN 18 di Jl Merbabu kelurahan Tanah Merah, Samarinda Utara, Kamis (4/11). Untuk menerapkan gratis berkeadilan ini, sebut Jaang, pihak sekolah harus memiliki rekaman latar belakang anak didiknya dan upaya pendataan secara psikologis. ”Kita harus tau latar belakangnya (Anak didik). Jangan anak dari keluarga miskin, yatim piatu, panti asuhan tetap ditarik iuran. Makanya saya tekankan pendidikan gratis berkeadilan,” tegas Jaang lagi. Tak hanya itu, Jaang pun meminta agar sekolah mengetahui berapa persen orang tua yang mampu, sehingga bisa menunjang keberhasilan dunia pendidikan. ”Keberhasilan dunia pendidikan bukan hanya tanggung jawab pemerintah,” imbuhnya. Terkait penempatan gedung baru SMKN 18 ini, Jaang menyebutkan salah satu rangkaian dalam menyelesaikan persoalan sekolah numpang di Samarinda. ”Saya ingatkan, jangan membangun sekolah baru, kalau numpang belum selesai,” tandasnya. Sebelumnya Sekretaris Dinas Pendidikan H Rustam dalam dalam sambutannya mengatakan bahwa SMKN 18 berdiri sejak tahun 2008 dengan menumpang di SMPN 9. ”Saat ini, SMKN 18 memiliki 102 siswa, dengan kompetensi 3 jurusan, yakni pertama Jasa Usaha Pariwisata untuk menyesuaikan apa yang menjadi kebutuhan masyarakar sekitar dengan melihat adanya Desa Pampang, Waduk Benanga, Air Terjun dan KRUS,” sebut Rustam. Jurusan kedua, lanjutnya jurusan IT (Informatika Teknologi) dengan tujuan SDM Samarinda tidak boleh ketinggalan IT, walaupun berdomisi di pinggiran. Dan ketiga jurusan Kesenian. ”Dengan penempatan gedung baru ini, kita mulai mengurai satu persoalan sekolah numpang. Dimana menyusul juga SMKN 14 dan SMK 8. jadi tidak ada ketimpangan antara sekolah pinggiran dengan di kota,” tandasnya. Selain didaulat memotong tumpeng, diawal acara Jaang juga sempat diminta untuk bermain dalam tarian Dayak Pampaga—tarian melangkahi kayu. ”Ini mainan kita (Jaang) lagi halus,” spontan Jaang yang sukses melewati rintangan tarian Pampaga. Tampak hadir pula dalam kesempatan itu Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Kota Hero Mardanus, Sekretaris Camat Utara Siami Misnan, orang tua murid dan keluarga besar Dinas Pendidikan. hms2/adv
|