Sebagian Petani Masih Lakukan Sistem Ladang BerpindahParadigma Bertani Harus Dimoderenkan
2010-11-06 04:40:22
MASYARAKAT petani di Kecamatan Malinau Celatan sebagian masih cenderung melakukan penggarapan ladang berpindah dan hal itu menyebabkan masih banyak lahan sawah di sekitar wilayah tersebut yang tidak tergarap secara maksimal. Menurut Camat Malinau Selatan, Yermia, lahan sawah yang ada di Desa Langap luasannya mencapai 250 hektare. Saat ini lahan sawah itu sudah dipetakan oleh Dinas Pertanian. Yermia berharap program pertanian itu bisa dipadukan dengan program pemerintah dan perusahaan yang ada di Malinau dalam upaya pembangunan fisik dan fasilitasnya. Dikatakan, selain di Langap, ada juga lahan sawah di Desa Long Loreh dengan luasan sekitar 50 hektare yang sampai saat ini belum bisa tergarap secara keseluruhan. Sebab, masyarakat di Kecamatan Malinau Selatan masih cenderung melakukan pertanian padi dengan sistem berladang berpindah. Padahal menurut Yermia, lahan sawah itu sudah dirintis oleh masyarakat. Bahkan untuk roda dua sudah bisa masuk ke lokasi persawahan itu. Menurut Yermia, pengembangan pertanian sawah ini dinilai sangat penting dalam menunjang masa depan dan kesejahteraan masyarakat. Mengingat lahan masyarakat saat ini semakin menyempit, dalam arti lokasinya sudah jauh dari jangkauannya. Hal itu juga diakibatkan karena lokasi yang terdekat dengan desa yang yang selama ini dijadikan idaman warga, hasilnya sudah jauh berkurang. Tujuan lainnya adalah untuk menekan perilaku masyarakat yang berladang dengan sistem berpindah-pindah. Ia mengakui belum maksimal mengarahkan masyarakat tentang sistem pertanian menetap ini karena berbagai kendala. Karena itu, lanjut Yermia, pihaknya sangat menginginkan agar lahan sawah di Desa Langap dan Long Loreh dan khususnya kecamatan Malinau Selatan ini bisa digarap secara per lahan yang dimulai tahun 2011 mendatang. Diharapkan pula, warga yang mengembangkan pertanian sawah ini harus mendapat pembinaan dan didampingi langsung oleh petugas PPL Dinas Pertanian.Sehingga masyarakat yang menggarap lahan sawahnya bisa bekerja dengan baik dan berhasil dengan yang maksimal pula. Termasuk juga program percontohan dalam upaya menciptakan dan meningkatkan ketahanan pangan khususnya di Malinau Selatan Dikatakan, guna mencapai keberhasilan program tersebut, diperlukan penggerak. Antara lain dari Distan dan PPL. Penggerak tersebut, diperlukan untuk mentransformasikan strategi yang telah dirumuskannya kepada masyarakat, yang di dalamnya memuat berbagai wawasan dan pengetahuan pertanian.Keseriusan PPL termasuk petugas-petugas lainnya yang diperlukan dalam membenahi budaya tani masyarakat. Sebab menurut dia, budaya, pola pikir, serta paradigma masyarakat sendiri dalam bertani juga masih harus dimodernkan. ***
|