Pembangunan Pusat Perkantoran Segera Dicanangkan Kukar Perlu Miliki Pusat Pertukaran Mata Uang Asing
2010-11-06 05:07:49
TENGGARONG, Seiring dengan pembangunan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dewasa ini. Sebagaimana dijelaskan oleh Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari S.Sos MM tidak lama lagi akan dilakukan program pencanangan pembangunan pusat perkatoran yang lokasinya diperkirakan berada di samping Gedung Pemkab Kukar. Dimana dalam prosesinya , bersamaan dengan pencanangan pembangunan Mall tahun 2010 ini. Terkait dengan dibangunnya pusat perkantoran di Kabupaten Kutai Kartanegara. Maka diharapkan keberadaanya akan dijadikan tempat berkantor dari perusahaan-perusahaan yang beroperasi produksi di Kukar namun belum memiliki kantor di Kukar. Dan itu belaku bagi perusahaan yang begerak dibidang apapun. Termasuk perusahaan pertambangan Migas dan Bau Bara. Ketika hal tersebut dikonfirmasikan kepada Kabag Humas dan Protokol Pemkab Kutai Kartanegara, Dra Sri Wahyuni MPP, khususnya terkait dengan perusahaan Migas ataupun Pertambangan Batu Bara dan lain sebagainya yang memiliki operasi produksi berskala besar di Kukar harus berkantor di Kukar, jika terbangun Gedung Pusat Perkantoran nantinya. Hal itu dibenarkannya. "Memang nantinya diharapkan bagi perusahaan -perusahaan yang memiliki operasi produksi di Kukar harus berkantor di Kukar, khususnya di Tenggarong jika nantinya selesai proses pembangunan Gedung Pusat Perkantoran," papar Sri Wahyuni kepada Poskota Kaltim belum lama ini, ketika dikonfirmasi diruangkerjanya. Sebagaimana diketahui sebetulnya untuk perushaan yang beroperasi produksi di Kukar harus berkantor di Kkar itu sudah ada Perda (Peraturan Daerah) yang mengaturnya. Namun keberadaan Perda tersebut sepertinya tidak dihiraukan oleh perusahaan-perusahaan berskala besar. Apakah keberadaan Perda tersebut tidak ada sanksi yang mengikat, jikalau ada perusahaan yang tidak mematuhinya. Dimana pernah muncul rumor, bahwasanya kenapa perusahaan-perusahaan berskala besar cenderung tidak berkentor di Tenggarong, meskipun memiliki operasi produksi di Kutai Kartanegara. Namun memilih berkantor di Balikpapan dan Samarinda. Salah satu rumor yang menjadi alasannya, keberadaam transportasi darat dari bandara Balikpapan sangat jauh sekali, belum lagi masih belum adanya prasarana penunjang lainnya. Apakah itu terkait terbangunnya kantor pertukaran mata uang asing dan lain sebagainya. Termasuk keberadaan interkoneksi terhadap Bursa Efek Jakarta ataupun Bursa Efek Surabaya. Hal itupun diakui oleh Bupati, Rita Widyasari. "Memang Kutai Kartanegara jika ingin meningkatkan potensi wisata serta sektor perindustrian yang maju harus memiliki pusat pertukaran mata uang asing. Saat ini Kukar memang belum mempunyainya, tapi ke depan hal itu bisa dimiliki," kata Rita Widyasari.dp
|