Bupati dan Wabup Jalani Upacara Adat beluluh

Dirangkai Ucapan Selamat HUT Rita Widyasari

2010-11-08  07:02:37

TENGGARONG - Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari beserta suaminya (Endri Elfran Syafril), dan Wakil Bupati HM Ghufron Yusuf, Minggu (7/11) kemarin menjalani upacara adat Kutai, Beluluh. Beluluh tersebut digelar di Pendopo Odah Etam, dimulai sekitar pukul 11.00 wita. Acara tersebut dihadiri Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura HAM Salehuddin II dan kerabat kesultanan, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Kepala Dinas/instansi dilingkungan Pemkab Kukar, pengusaha serta tokoh masyarakat Kukar.
Rita mengatakan dirinya menjalani Beluluh bertujuan untuk memohon keselamatan dan kesehatan kepada sang pencipta agar bisa menjalankan pemerintahan dengan sebaik-baiknya.
"Terlebih hari ini (kemarin.red) merupakan hari ulang tahun saya, jadi dengan Beluluh yang juga bermakna pembersihan diri, saya memohon keselamatan kepada Tuhan untuk bisa memimpin Kukar dengan sebaik-baiknya," ujar wanita kelahiran 7 November 1973 itu yang juga puteri mantan Bupati Kukar H Syaukani HR itu.
Usai menjalankan upaca adat Beluluh, Rita Widyasari juga melakukan syukuran Hari Ulang Tahunnya yang ke 37 ditandai dengan do`a bersama dan pemotongan nasi tumpeng.
Rita juga menerima kue ulang tahun dari Hotel Grand Elty dan Bank Kaltim cabang Tenggarong, lalu menerima ucapan selamat dari semua yang hadir pada acara tersebut.
Perlu diketahui bahwa Beluluh biasanya dilakukan oleh Sultan dan Putera Mahkotanya, namun bisa juga untuk para pemimpin.
Kordinator sakral keraton Kutai Awang Imaludin menjelaskan yang membedakan Beluluh Sultan dengan Beluluh selain sultan, yaitu pada Balai nya.
Balai merupakan alat utama yang digunakan pada ritual beluluh yaitu semacam tempat duduk bertingkat yang terbuat dari bambu.
"Kalau Beluluh Sultan menggunakan Balai Haor (bambu.red) Kuning dengan 41 tiang, namun yang digunakan pada Beluluh Bupati besok yaitu Balai Haor (bambu) hijau dengan 16 tiang saja," jelas Awang .
Upacara Beluluh tersebut dipandu oleh seorang Belian (sebutan untuk laki - laki yang ahli mantra dalam adat Kutai)  dan tiga orang Dewa (sebutan untuk perempuan yang ahli mantra dalam adat Kutai).Kelengkapan lainnya seperti Tambak Karang yaitu semacam tikar rotan yang sudah diberi ornamen dua pasang naga yang terbuat dari beras warna-warni juga digunakan pada Beluluh Bupati dan Wabup. Selain bertujuan untuk pembersihan, Beluluh merupakan ritual adat yang harus dilestarikan dan dijaga karen sebagai kekayaan budaya yang tak ditemui didaerah lain.adv/hmp03

Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
KAMIS
New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
 
 
 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 1235 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...