Penyedot dan Pengecer BBM Masih BeroperasiBupati: “ Ini Ada Permainan “ 2010-11-09 05:41:15
TANJUNG REDEB- Bupati Berau Drs H Makmur HAPK MM dan Wakil Bupati Berau Ir H Achmad Rifai MM geram melihat ulah masyarakat yang tak kunjung sadar. Khususnya para penimbun atau penyedot BBM jenis premium akhir – akhir ini. Betapa tidak, akibat ulahnya, Pemkab Berau dibuat pusing tujuh keliling mencarikan solusinya. Bahkan sampai membentuk tim terpadu, untuk menertibkan pengecer BBM, dengan harapan agar tak ada lagi antrian panjang menghiasi sepanjang jalan yang ada di seputar SPBU setempat. Praktis setelah dilakukan razia beberapa hari lalu, tak satu pun terlihat pengecer BBM yang berani berjualan, lantaran tim terpadu pada saat melakukan penertiban tidak tebang pilih, siapa pun yang terbukti mengecer BBM semua ditertibkan, bahkan botol, dirijen dan rak tempat menjual BBM pun semua diamankan oleh petugas. Namun hal itu tak berlangsung lama, sejak kemarin di beberapa jalan masih terlihat warga menjual premium dengan terang – terangan. Namun kali ini modusnya sedikit berbeda, mereka hanya menunjukkan sekitar dua hingga empat botol, sebagai tanda meraka menjual bensin eceran, dengan harga atara Rp 8 ribu hinga Rp 10 ribu perbotol. Anehnya lagi, modus penyedot sekarang juga ikut – ikutan berbeda dari sebelumnya. Mereka hanya menjual kepada orang tertentu, yang biasa memesan kepada mereka. Tak pelak masyarakat pun sampai menghafal, jika yang mengantre di sejumlah SPBU ” Ya orang itu – itu juga”. Karenanya Bupati merasa geram terhadap prilaku masyarakat yang banyak merugikan masyarakat ini. Untuk itu Bupati mmbentuk aliansi mahasiswa untuk melakukan pengawasan langsung di lapangan. ”Ini lah prilaku masyarakat. Pemkab kurang apa, melakukan sosialisasi sudah, penertiban juga sudah. Tapi apa yang terjadi di lapangan, pengecer masih saja ada, dan antrean panjang pun juga masih terjadi beberapa hari ini,” ungkapnya. Bupati berjanji secepatnya akan panggil pihak managemen PT Pertamina dan tim terpadu untuk duduk satu meja, membahas persoalan yang cukup pelik ini. Menurut Bupati, sudah saatnya pihak Pertamina buka mata, dan harus terbuka kepada masyarakat Berau. Apa yang sesungguhnya perkotaan Tanjung Redeb masih diberi kesempatan membuka SPBU satu lagi oleh pihak Pertamina. Untuk itu ia mengimbau kepada masyarakat agar tak menghalangi rencana itu, jika ada yang berminat membangun SPBU di Tanjung Redeb. Dan yang terpenting lagi adalah, depo yang ada di Samburakat Gunung Tabur itu segera operasikan, agar pelayanan BBM kepada konsumen dapat berjalan lancar. Sementara itu, secara terpisah Wabup kepada Poskota Kaltim juga mengaku, bahwa dirinya sudah menerima laporan soal adanya indikasi penimbunan BBM dan adanya pengecer BBM memasarkan secara terang – terangan. ”Nanti kita panggil tim terpadu melakukan rapat koordinasi, agar segera kembali melakukan penertiban di lapangan,” tegasnya. Selain itu pihaknya juga akan memangil pihak PT Pertamina Balikpapan bagian pemasaran, agar mengetahui persis situasi antrian panjang di SPBU. roz
|