Bansos 2011 Bukan Lagi Atas Pengajuan Proposal.Rita Widyasari: Rubah polanya, untuk pemetaan kehidupan sosial per-Kecamatan
2010-11-09 05:48:07
TENGGARONG, Setelah mengikuti pelatihan kepemimpinan yang diselenggarakan oleh Departemen Dalam Negeri, khususnya bagi Bupati seluruh Indonesia. Banyak masukan yang didapatkan oleh Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari S.Sos, MM. Diantaranya saat kunjungan lapangan, ke Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Menemukan sistem pengelolaan Bansos (Bantuan Sosial) oleh Bidang Kesra yang tepat sasaran. Dimana itu yang siap dicontoh di Kukar. Diantaranya akan melakukan pemetaan kehidupan sosial per kecamatan, sekaligus memperjelas siapa-siapa yang berhak menerima bansos secara terarah. "Pengelolaan Bansos oleh Bidang Kesra harus dirubah. Tahun 2011 nanti, tidak ada bantuan sosial atas proposal. Tapi benar-benar untuk kebutuhan sosial masyarakat," papar Rita Widyasari saat pencanangan pusat perkantoran dan bisnis di Tenggarong belum lama ini. Diperjelas Rita, dewasa ini pengartian Bansos harus lebih diketahui oleh masyarakat, termasuk keperuntukannya. Jangan karena proposal, lantas diberikan bansos. Seperti contoh kongkrit saja, ada masyarakat yang benar-benar ingin berobat karena sakit harus menunggu Bupati untuk menyerahkan proposal bantuan ke bagian Kersa. "Itu harus tidak ada lagi, saya minta Bagian Kesra untuk melakukan koordinasi ke bawah. Dalam hal ini dengan pihak kecamatan dan pemerintahan desa. Data masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Jika ada masyarakat yang rumahnya rusak, lakukan bedah rumah dengan dana Bansos," tegasnya seraya menegaskan kembali, keperuntukkan Bantuan Sosial itupun harus benar-benar terpola serta benar-benar keberadaanya dirasakan oleh lapisan masyarakat Kabupaten Kutai Kartanegara yang benar-benar membutuhkan.dp
|