Dewan Minta Jalan Rusak di Palaran Segera Diperbaiki2010-11-09 06:43:55
SAMARINDA-Kerusakan jalan kini tidak lagi menjadi pemandangan aneh di Samarinda. Hampir setiap jalan ditemukan lubang dan membuat pengendara tidak nyaman saat melintas. Seperti halnya di Terminal Peti Kemas (TPK) di Kelurahan Bukuan Kecamatan Palaran. Jalan disana, mengalami kerusakan cukup parah. Anggota DPRD Kaltim dari Fraksi PPP Anhar SK ketika dikonfirmasi Poskota Kaltim menegaskan, apabila daerah Palaran ingin dijadikan sebagai sentral pelabuhan, seharusnya pemerintah harus segera menyelesaikan kerusakan jalan yang semakin hari semakin parah. "Kalau tidak segera di perbaiki, nanti kerusakan menjadi meluas dan membuat masyarakan menjadi tidak nyaman," kata Anhar, Senin (8/11). Ditambahkan Anhar, pembangunan infrastuktur berupa jalan di wilayah ini cukup tertinggal dibandingkan kawasan Samarinda kota. Denyut pembangunan yang semakin padat juga berimbas dengan kerusakan yang dialami di semua jalan di Kecamatan Palaran. Kerusakan jalan di Kecamatan Palaran diakibatkan tidak sesuainya berat kendaraan dengan spesifikasi jalan yang dibangun. Akibatnya, banyak badan jalan yang amblas, karena tak sanggup menahan beban. Belum lagi, genangan air turut mempercepat kerusakan jalan yang mayoritas terbuat dari aspal. "Kalau memang ingin membangun daerah Palaran, seharusnya pemerintah tidak usah setengah-setengah dalam bekerja," katanya. menurut dia, kerusakan jalan harus segera diperbaiki secara menyeluruh. Namun memang, kondisi keuangan pemerintah yang terbatas menyebabkan perbaikan yang dilakukan hanya tambal sulam saja. "Perbaikan biasanya dilakukan UPTD II Dinas Bina Marga dan Pengairan. Kami hanya bisa menyampaikan aspirasi warga saja jika ada kerusakan yang terjadi," tuturnya. Menurut Anhar, sebagian besar jalan terlihat berlubang, badan jalan amblas. Bagian yang amblas pun relatif sama yakni di bagian kiri badan jalan dari Palaran menuju Samarinda Seberang. Ini menandakan, kendaraan yang melintas dari Palaran adalah kendaraan dengan beban sangat berat. "Memang benar banyak alat berat yang melintas. Banyak pula kendaraan pribadi atau kendaraan milik perusahaan yang melintas dengan beban tidak terbatas," Ujar Anhar.aon
|