Korban Masih Trauma ke SekolahKasus Pemerkosaan Siswa SMPN Sangasanga
2010-11-10 08:26:45
TENGGARONG-Melati-nama samarinda-(14), pelajar SMPN di Sanga-sanga, yang menjadi korban pemerkosaan 2 pelajar SMK, ternyata hingga Selasa (9/11) kemarin masih 'enggan' masuk sekolah. Menurut rekan korban, sejak peristiwa pemerkosaan itu, korban malu keluar rumah. Termasuk, malu berangkat ke sekolah. Diketahui, sejak orang tua Melati 'pisah ranjang', Melati tinggal bersama kakeknya di Jl A Yani Samarinda. Peristiwa pemerkosaan itu, bukan hanya membuat Melati menderita, tapi Ibu Melati, Hdj (30) terlihat shock, bahkan sampai tak dapat bekerja karena jatuh sakit. Sementara itu, ketika media ini berupaya menelusuri Melati dikediaman kakeknya, tak ada satupun penghuni disana. Menurut keterangan tetangga kakek korban, sejak peristiwa pemerkosaan itu, pihak keluarga korban menjadi tertutup. Sedangkan Agus, Guru BP sekolah korban dikonfirmasi mengaku tak mengetahui alasan korban tidak masuk sekolah. Pihak sekolah hanya mengetahui dari surat kabar. "Kami para guru baru mengetahui setelah ada di surat kabar. Sekolah sendiri berencana akan mengunjungi korban untuk memberi kekuatan hati agar tegar dan mau sekolah kembali," kata Agus. M4n
|