100 Koperasi di PPU Dinyatakan Tidak Aktif 2010-11-11 06:40:10
PENAJAM, Menurut Plt Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perindag (Diskukmperindag) PPU, H Samsul Qomar dalam laporannya mengatakan, berdasarkan data keragaman koperasi di Kabupaten PPU per 31 Oktober 2010 lalu. Jumlah koperasi sebanyak 200 unit, namun dari 200 unit itu hanya 100 unit koperasi yang aktif. Sesuai data terdiri dari 6.423 orang anggota. 5.573 orang laki-laki dan 850 perempuan. Sementara untuk modal dari koperasi secara swadaya Rp 4,138 miliar. Sedangkan modal dari luar sebesar Rp 5.3 miliar dengan volume usaha sebesar Rp 25,650 miliar. "Banyak koperasi di PPU tidak aktif lebih disebabkan karena kemampuan mengelola manajemen tidak profesional. Sehingga tadinya koperasi berkembang dengan bagus tapi lama kelamaan koperasi itu mulai ‘tidur’ dan akhirnya tidak bangun lagi, jadi penyebab inti adalah faktor SDM yang dimiliki manajemen koperasi," paparnya. Jadi kata Samsul Qomar lagi, koperasi non aktif lebih disebabkan karena kemampuan SDM yang minim, padahl untuk mengelolah koperasi harus memahami akutansi koperasi sedangkan lemahnya manajemen atau tatalaksana koperasi dan tidak tepatnya usaha yang dikelola koperasi juga tidak adanya Sistem Pengawasan Internal (SIP) pada koperasi membuat banyak koperasi kolaps. Karena itulah, diadakan kegiatan pelatihan supaya masyarakat dapat memberdayakan koperasi dengan baik dan profesional, meningkatkan keterampilan teknis menajerial para pengurus koperasi, mendorong motivasi dan kreatifitas bagi pengurus korasi serta mewujudkan pemberdayaan ekonomi karakyatan. Demikian dijelaskannya saat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen Pengelolaan Koperasi dan KUD se-PPU, yang dilaksanakan oleh Dinas Koperasi, UKM dan Perindag (Diskukmperindag) PPU di Hotel Albanjari, kemarin. Dikatakan Samsul, kegiatan pelatihan ini diadakan selama empat hari dimulai dari tanggal 9 hingga 12 Nopember dan diikuti sebanyak 40 peserta terdiri pengelola koperasi dan KUD se-kabupaten PPU dan harapan kami koperasi yang sudah tidak aktif bisa kembali aktif untuk merangsang pertumbuhan ekonomi sektor UKM. Dikatakan Sekretaris Kabupaten (Sekkab) PPU H Sutiman, dalam arahannya mewakili Bupati H Andi Harahap kepada peserta Pendidikan dan Pelatihan Manajemen Pengelolaan Koperasi dan KUD se-PPU, yang dilaksanakan oleh Dinas Koperasi, UKM dan Perindag (Diskukmperindag) PPU. Koperasi merupakan salah satu pilar utama dalam meningkatkan perekonomian di Kabupaten Penjam Paser Utara (PPU), untuk itu pemerintah terus menghimbau agar masyarakat bisa mengembangkan usahanya dengan membuka koperasi bagi kepentingan orang banyak, sebab melalui koperasi akan terjadi berbagai transaksi bisnis dengan cepat. Sutiman menekankan, perkembangan ekonomi PPU juga tergantung bagaimana masyarakat meningkatkan kegiatan termasuk upaya untuk meningkatkan penghasilan, kita harapkan dengan kegiatan ini dapat memacu para pelaku koperasi dan pengelola Koperasi Unit Desa (KUD) dalam mengembangkan usaha karena dengan kondisi lahan PPU yang dikenal subur, maka berbagai tanaman dapat dikelola oleh koperasi dan KUD yang dapat menambah penghasilan. "Peluang untuk bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten PPU ini sangat besar, ini karena didukung dengan kondisi lahan yang ada. Dimana umumnya memiliki lahan yang subur sehingga ditanam apa saja akan dapat menghasilkan. Kalau ini benar-benar dilakukan oleh masyarakat maka dipastikan akan ada penghasilan dari sektor pertanian. Jika sudah mulai menghasilkan maka perlu ada koperasi yang ikut berperan dalam meningaktkan usaha masyarakat itu," katanya. Ia mencontohkan, seperti tanaman singkong bila dikelola dengan baik, maka dapat menambah kegiatan perekonomian bagi pengusaha kecil dan itu pasti akan bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Mengenai banyaknya hasil kerajinan masyarakat saat ini, yang mengalami kesulitan untuk pemasaran, Sekkab PPU ini mengatakan agar seluruh pengelola dan pembuat makanan khas dan makanan ringan mencantumkan label halal sehingga, konsumen dapat mengkosumsi produknya dengan baik tanpa ada perasaan waswas. "Kami bangga dengan adanya beberapa pengelola usaha makanan khas yang sudah menerima Sertifikat MUI yang diserahkan beberapa hari lalu di Hotel Kalimantan," ucapnya.max
|