Jurnalis Harus Beretika dan Bermartabat2010-11-11 06:53:19
SAMARINDA-Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak resmi membuka Sekolah Jurnalistik Indonesia (SJI) Kaltim yang digelar sejak 10 November 2010 hingga sebulan penuh ke depan. Dimana pembukaan tersebut berlangsung di Gedung Serbaguna Setprov Kaltim, Rabu (10/11). Gubernur mengatakan, dalam meningkatkan kualitas dan keprofesionalisme seluruh wartawan di Kaltim, baik media cetak maupun elektronik harian, sangat tepat untuk mengikuti SJI tersebut. Dengan didukung langsung Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim yang juga merupakan programnya, maka Pemprov Kaltim sangat mendukung program ini. “Atas nama Pemerintah Provinsi Kaltim, saya menyambut baik dan mengucapkan selamat atas dibukanya SJI Kaltim yang bertepatan pula dengan peringatan Hari Pahlawan 10 November. Semoga dengan semangat dan momentum hari bersejarah ini, SJI Kaltim akan tetap eksis, pantang surut ke belakang dan akan terus berlanjut di masa-masa yang akan datang,” ujar Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak kemarin. Menurutnya, SJI pertama kali diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bertepatan dengan peringatan Hari Pers Nasional di Palembang, 9 Februari 2010 lalu yang ketika itu, Awang mengaku hadir sekaligus menyemangati kontingen PWI Kaltim mengikuti Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas). ”Oleh karena itu, saya berharap jurnalisme harus memiliki etika dan bermartabat. Harapannya, jurnalis di Kaltim dapat memberikan dukungan moral dalam meningkatkan pembangunan di Kaltim,” jelasnya. Diakuinya, sedikit banyaknya, sudah cukup memahami apa yang dimaksud dengan SJI dan mengharapkan juga segera dapat didirikan di Kaltim. ”Kerhadiran SJI menurut saya sangat penting dan strategis dalam upaya kita mewujudkan pers yang sehat, profesional dan bertanggung jawab,” tegasnya. Pemerintah menghargai dan memahami peranan pers yang sangat penting dan strategis di alam pembangunan ini. Namun demikian, lanjutnya, kenyataannya, di era reformasi ini, masih sering terjadi pandangan yang keliru antara pers dengan Pemerintah, maupun antara pers dengan masyarakat sehingga hubungan di keduabelah pihak kadangkala tidak harmonis. Dalam hal ini, lanjut dia, jika terjadi ’pertentangan’, Pemerintah bisa maklum dan menyadari bahwa, media massa dan wartawan dewasa ini sebenarnya dalam proses, masih mencari jati dirinya menuju perubahan dan kemapanan. ”Oleh karena itu, kita berharap masa depan pers, media massa dan kehidupan wartawan di Tanah Air dan di Kalimantan Timur khususnya, akan semakin baik, semakin dewasa, profesional dan mandiri. Harapannya, wartawan yang dihasilkan dapat menjadi mitra strategis bagi pemerintah, sehingga mampu membangun pemerintahan yang lebih baik,” pungkasnya. Sementara itu, Ketua PWI Kaltim H Maturidi mengatakan, dibukanya SJI di Kaltim tentunya akan memberikan dampak yang sangat besar bagi kemajuan pembangunan daerah. ”Oleh karena itu, diharapkan peran pemerintah juga dapat mendukung program PWI Kaltim dalam meningkatkan kualitas dan profesionalisme seluruh wartawan media cetak harian dan elektronik, sehingga kinerja yang dilakukan seluruh wartawan lebih baik ke depannya,” pungkasnya. mar/M4n
|