Walikota Lantik Abdul Hamid dan SutarnoJabat Dirtek PDAM dan Dirops BPR
2010-11-11 07:03:48
SAMARINDA—Setelah menyelesaikan berbagai tahapan seleksi dan prosedural lainnya, akhirnya giliran walikota Samarinda DR H Achmad Amins untuk melakukan pelantikan terhadap pejabat baru Direktur Teknik PDAM Said Abdul Hamid dan Direktur Operasional PD Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Samarinda Sutarno. Pelantikan dilaksanakan di ruang serbaguna kediaman Walikota, Rabu (10/11). ”Kedua jabatan ini adalah posisi strategis di PDAM dan BPR. Target dan sasaran kerja, menurut saya adalah sesuatu yang wajib sifatnya, terlebih bagi PDAM yang produknya langsung bersentuhan dengan hajat hidup warga dan BPR yang bidang usahanya berkaitan dengan permodalan para pengusaha kecil,” ujar walikota dalam arahannya. Menyinggung PDAM, Amins mengajak untuk memberi motivasi, karena di tengah masih rendahnya harga jual dan tingginya biaya produksi, PDAM ternyata sudah sehat dari sisi keuangan. ”Dengan status sehat itu, maka kapasitas produksi dapat digenjot sampai 1.640 liter/detik sehingga cakupan pelayanannya kini menyentuh angka 70 persen atau 100.837 pelanggan. Tapi jujur, saya masih ada menerima SMS. Ada yang bilang di sini airnya hilang, disini jam 2 malam aja jalannya dan seperti air kemih,” ucap Amins. Namun, Amins bersyukur sekarang sudah ada peningkatan dibanding sebelumnya, apalagi di Samarinda pertumbuhan penduduknya luar biasa. ”Tapi, namanya warga, selalu merasa kurang puas. Untuk itu, pesan saya terus lakukan peningkatan mutu layanan dan kualitas produk. Dulu saya sewaktu masih mahasiswa sering mendemo PDAM karena kinerjanya memble, Alhamdulillah sekarang PDAM kita terus menunjukkan kinerja membaik,” imbuhnya. Amins juga berharap dengan dilantiknya Dirut baru pada 4 Agustus lalu, danhari ini diikuti pelantikan Dirtek adalah harapan baru ke arah yang lebih baik. Hal ini penting diingat karena air adalah kebutuhan pokok yang tidak ada substitusinya. Kepada Dirtek baru, Amins mengingatkan untuk bekerja keras meningkatkan kapasitas produksi dan cakupan pelayanan. ”Usahakan dengan sungguh-sungguh agar para pelanggan kering tidak lagi sering mencibir PDAM dengan sebutan Perusahaan Daerah Angin Maha, dapat dikurangi. Jumlah pelanggan kering konon sekitar 3.000-an, dan ini merupakan pekerjaan rumah PDAM, khusurnya Dirtek,” pesannya. Terhadap Dirops BPR baru, ia mengingatkan Sutarno sebagai motor dari BPR, tentu dengan arahan dan persetujuan Direktur Utama. ”Saya melihat selama ini BPR kita telah cukup bagus menjalankan fungsinya, sehingga tujuan didirikannya BPR untuk membantu pedagang kecil, pengusaha ekonomi lemah dan kalangan lain yang belum tersentuh bantuan perbankan, sedikit demi sedikit tercapai. Pertahankan prestasi ini,” pungkasnya.(hms2)
|