BKBP3A Gelar Pelatihan KRR Bagi Pendidik dan Konseler Sebaya2010-11-11 17:15:07
TENGGARONG- Badan Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BKBP3A) Kutai Kartanegara menggelar pelatihan Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) bagi pendidik sebaya dan konselor sebaya tahun 2010. Pelatihan yang berlangsung di Hotel Tapin II Tenggarong itu dibuka Kabid KB pada BKBP3A Kukar, H Akhdar Rivai, Selasa (9/11) malam lalu, dengan peserta para pendidik sebaya dan konselor sebaya dari beberapa kecamatan wilayah Kukar. Kepala BKBP3A Kukar, Hj Maria Laura Sari dalam sambutan tertulisnya mengatakan, pelatihan tersebut penting dalam rangka mengembangkan program KRR yang merupakan salah satu program pokok nasional, yakni menggerakkan seluruh masyarakat dalam program KB. Sejak tahun 2000, lanjut Maria, pemerintah telah menetapkan KRR menjadi program nasional. Program KRR merupakan upaya pelayanan untuk membantu remaja memiliki status kesehatan reproduksi yang baik melalui pemberian informasi, pelayanan konseling dan pendidikan keterampilan hidup. Dijelaskan, masa remaja erat kaitanya dengan perkembangan psikis pada masa pubertas. "Kondisi ini menyebabkan remaja rentan terhadap masalah prilaku hubungan seksual sebelum menikah, penyalahgunaan NAPZA yang keduanya dapat membawa resioko terhadap penularan HIV dan AIDS," kata Maria Laura. Upaya meningkatkan pemahaman remaja tentang KRR yang tepat dalam menghadapi masalah dan mampu mengambil keputusan terbaik, maka pelayanan konseling sangat diperlukan remaja. Melalui pelatihan dimaksud, diharapkan peserta mampu menjadi pendidik dan konselor untuk dapat membantu mengatasi maslaha KTT bagi teman sebaya, menjadi pusat informasi dan konseling tentang program KRR. Sementara panitia pelaksana kegiatan dalam laporanya menyampaikan, dilaksanakannya kegiatan adalah memberikan pembekalan kepada pendidik sebaya dan konselor sebaya tentang KRR dengan tujuan meningkatkan pemahaman, pengetahuan, keterampilan sikao dan prilaku positif para pendidik sebaya dan konselor sebaya dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan PIK-Remaja di lapangan. Lanjutnya, sasaran yang ingin dicapai tahun ini adalah setiap kecamatan memiliki Pusat Informasi dan Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja (PIK-KRR) yang aktif. Program KRR, tambah dia, difokuskan pada empat sasaran, yaitu peningkatan komitmen terhadap program KRR, intensifikasi, komunikasi perubahan prilaku remaja, kemitraan dan kerjasama dalam program KRR serta peningkatan akses dan kualitas pengelolaan dan pelayanan PIK-KRR Kepada peserta yang mengikuti pelatihan diharapkan nantinya dapat menerapkan dan mengaplikasikan materi-materi tentang pengelolaan PIK-KRR di wilayah masing-masing. Untuk diketahui, untuk pelatihan pendidik sebaya berlangsung dari 9 sampai 11 Nopember, sedangkan untuk konselor sebaya mulai 12 hingga 14 Nopember 2010.yd
|