Transportasi Laut dan Sungai Masih Diandalkan

2010-11-12 22:23:44

2010-11-12  22:23:28

SAMARINDA-Kaltim memiliki sungai, laut dan perairan cukup luas, sehingga masih sangat tergantung dan memerlukan alat transportasi kapal untuk menunjang angkutan penumpang dan distribusi barang. 
Potensi pengelolaan laut Kaltim luasnya mencapai 1.021.657 hektare. Selain itu, di pesisir Kaltim terdapat pula sekitar 155 pulau-pulau kecil. Pulau-pulau yang sudah dikelola baik, salah satunya Pulau Derawan dan Pulau Kakaban di Kabupaten Berau.
Gubernur Kaltim, Dr H Awang Faroek Ishak saat peresmian Kapal Penumpang Prince Soya milik pengusaha lokal H Sarapping Bedu, di Dermaga Kantor Gubernur Kaltim, Akhir pekan lalu (6/11), mengatakan masih banyak pulau-pulau lain dengan kelebihan, keistimewaan dan ciri khas masing-masing,  di antaranya pulau-pulau kecil di Kabupaten Paser, Penajam Paser Utara, Balikpapan dan wilayah Utara Kaltim yang belum dikelola maksimal.
Haji Sarapping Bedu, sebagai salah seorang pengusaha lokal dan perintis pelayaran rakyat yang sebelumnya dikenal sebagai pemilik Kapal Motor (KM)  Teratai Prima II, menurut Gubernur tidak diragukan lagi komitmen dan keberpihakannya terhadap pembangunan di Kaltim.
Awang Faroek mengharapkan agar (Kapal Morot Penumpang (KMP) Prince Soya dapat menjadi  sebagai satu kapal penumpang mewah kebanggaan  bersama dan  dapat melayari sejumlah daerah di Kaltim serta  rute antar pulau lainnya.
“Pemerintah memberikan apresiasi sangat tinggi kepada pengusaha lokal seperti Haji Sarapping Bedu ini yang ikut membantu pemerintah mengatasi masalah transportasi laut dengan  kemampuan pribadi. Pengusaha seperti inilah yang kita butuhkan untuk berpartisipasi dalam pembangunan Kaltim yang tidak hanya dilakukan pemerintah,” ujarnya.
Menurut Awang Faroek, Kaltim berada pada posisi strategis, yakni berada di Alur Laut  Kepulauan Indonesia (ALKI-II) yang meliputi Selat Sulawesi dan alur laut sekitarnya, menjadikan Kaltim sebagai daerah yang menguntungkan dalam dunia pelayaran nasional dan internasional.
“Menurut hasil penelitian, ALKI-II ini diperkirakan akan dilayari tidak kurang dari 50 ribu buah kapal per tahun. Ini merupakan potensi besar yang harus dimanfaatkan oleh pemerintah dan pengusaha untuk memanfaatkan potensi tersebut,” ujarnya.
Awang Faroek mengingatkan, dengan rencana pembangunan Pelabuhan Internasional Maloy di Kabupaten Kutai Timur, diharapkan lebih menggairahkan kegiatan ekonomi dan menjadi pusat distribusi hasil-hasil produk kelapa sawit dan komoditas lainnya dari sejumlah daerah di Kalimantan serta Provinsi Sulawesi Barat dan sekitarnya.
Keberadaan KM Prince Soya juga diharapkan mendukung program kepariwisataan di Kaltim dengan menjadi penghubung sarana laut yang tidak dapat dijangkau angkutan darat dan udara.
“Semoga, dengan kapal pesiar KMP Prince Soya ini, dunia kepariwisataan Kaltim bertambah bergairah, dan “branding” pemasaran pariwisata daerah berbunyi; “Kenali Negerimu, Cintai Negerimu, Ayo Tamasya Jelajahi Bumi Etam Kalimantan Timur, ” akan mendapat dukungan masyarakat, ”papar Awang Faroek.mar/adv

Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

Kamis 2 Oktober 2014
Kamis 2 Oktober 2014
New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
 
 
 
 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 2471 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...