Pemprov Canangkan Gerakan Eleminasi Malaria 2010-11-13 00:55:13
SAMARINDA–Wakil Gubernur Kaltim, H Farid Wadjdy mewakili Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak mencanangkan Gerakan Eleminasi Malaria di Kaltim. Gerakan ini merupakan gerakan bersama pemerintah dan masyarakat untuk mengurangi, bahkan mencegah penyebaran penyakit malaria. “Kasus penyakit malaria yang ditularkan melalui gigitan nyamuk masih cukup tinggi dan terjadi di beberapa kabupaten di Kaltim atau biasa disebut daerah endemis malaria. Sehingga perlu gerakan secara bersama untuk mencegah penyebaran penyakit malaria,” kata H Farid Wadjdy usai Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-46 di Halaman Kantor Gubernur Kaltim, Jumat (12/11). Menurut Wagub, permasalahan kesehatan tidak dapat diselesaikan pemerintah saja, melainkan perlu didukung peran-serta berbagai pihak, baik lintas sektor, organisasi masyarakat, lembaga swadaya masyarakat (LSM) maupun swasta. Dicanangkannya gerakan eleminasi malaria di Kaltim, menjadi momen untuk meningkatkan upaya kemitraan dan peran serta seluruh pihak dalam pembangunan kesehatan yang perlu terus ditingkatkan dan dikembangkan. “Pencanangan ini untuk membuat gerakan bersama agar kabupaten dan kota di Kaltim terbebas dari ancaman dan perkembangan malaria. Selain itu, malaria dapat dicegah jika seluruh anggota keluarga, terutama di daerah endemis menggunakan kelambu pada saat tidur,” jelasnya. Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, HM Syafak Hanung mengatakan Kaltim masih bermasalah dengan malaria. Karena itu perlu upaya maksimal dari seluruh elemen masyarakat untuk tindakan pencegahan penyebarannya. “Tedapat tiga daerah yang dianggap sebagai kawasan endemis malaria, yakni Kabupaten Panajam Paser Utara, Bulungan dan Kutai Timur. Terhadap ketiga daerah itu diberi peringkat merah dan lima daerah katagori kuning. Pemerintah memberikan 188.361 lembar kelambu untuk dibagikan ke masyarakat sebagai upaya pencegahan terserang nyamuk malaria,” kata Syafak Hanung. Selain itu, ada lima daerah yang berperingkat kuning, yakni Kabupaten Paser, Malinau, Kutai Kartanegara, Kutai Barat dan Kabupaten Tana Tidung. Sedangkan daerah Hijau, yakni Kota Samarinda, Bontang, Balikpapan, Tarakan, Kabupaten Berau dan Nunukan. “Malaria disebabkan gigitan nyamuk Anopheles betina yang menularkan parasit plasmodium dan hidup di sel darah merah. Apabila seseorang terkena gigitan nyamuk jenis ini, maka kemungkinan besar akan menderita penyakit malaria,” jelas Syafak Hanung.mar
|