Tenaga Teladan Kaltim Dapat PenghargaanPeringatan HKN ke-46
2010-11-13 00:56:34
SAMARINDA–Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-46 di Kaltim ditandai dengan pemberian piagam penghargaan kepada tenaga teladan Kaltim 2010, kategori Tenaga Dokter dan Dokter Gigi Teladan oleh drg Imam Sujono, drg Taufik Agus Darmawan dan dr Kusuma Wijayanti. Kategori Tanaga Gizi Teladan diraih H Eksa Agung Darojat, Nurul Fajariyah dan Dewi Safarina. Kategori Tenaga Kesehatan Masyarakat Teladan oleh Deni, Dian Ari Susanti dan Yona Falin. Kategori Tenaga Perawat/Bidan Teladan, Yece Mafagau, Hj Siti Aminah dan Hj Handriyana. Selain itu, dilakukan pula penyerahan tas perangkat sekolah dan buku-buku tentang kesehatan kepada Dokter Kecil pemenang IDI Award Kaltim 2010 untuk Nur Chofifah Rahman dari Kabupaten Paser, Endri Nabila Bahrah dari Bontang dan Chofifah Nur dari Balikpapan, serta penyerahan kelambu mencegah malaria secara simbolis kepada kabupaten yang dianggap sebagai daerah merah atau endemis malaria, seperti Kabupaten Panajam Paser Utara, Kabupaten Kutai Timur dan Kabupaten Bulungan. DARI KELUARGA Peran keluarga untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat menjadi ujung tombak, dengan menanamkan perilaku hidup yang bersih dan sehat sejak dini di lingkungan rumah tangga. “Keluarga merupakan unit terkecil dari suatu bangsa yang terjadi interaksi dan komunikasi antara ayah, ibu dan anak sebagai awal penting suatu proses pendidikan, terutama dalam menanamkan prilaku hidup sehat,” kata Menteri Kesehatan Dr Endang Rahayu Sedyaningsih dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wakil Gubernur Kaltim, H Farid Wadjdy pada Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-46 di Halaman Kantor Gubernur Kaltim, Jumat (12/11). Menurut dia, Keluarga yang sehat akan membentuk sehat pula dari lingkungan desa, kelurahan kecamatan, kabupaten /kota hingga provinsi serta bangsa sehat. Tentunya bangsa yang memiliki derajat kesehatan masyarakat tinggi akan meningkatkan produktivitas bangsa. Lanjutnya, Keluarga sehat merupakan investasi bangsa, khususnya bagi pembangunan sumber daya manusia produktif. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan indikator komposit dari pembangunan kualitas suatu bangsa yang diukur dari tingkat pendidikan, derajat kesehatan dan perekonomian bangsa. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, mengamanatkan Pembangunan Kesehatan ditujukan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang, agar terwujud derajat kesehatan masyarakat sebagai investasi bagi pembangunan Sumber Daya Manusia yang produktif secara sosial dan ekonomis. “Untuk melaksanakan amanat UU tersebut, komitmen pemerintah diwujudkan dengan diterbitkannya Rencana Pembangunan Jangka Panjang Kesehatan (RPJPK) 2005-2025. Antara lain dijabarkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kesehatan (RPJM-K) 2010-2014 dan dituangkan dalam Keputusan Presiden Nomor 5 Tahun 2010,” jelasnya. Dalam RPJMN mengamanatkan pencapaian umur harapan hidup manusia Indonesia menjadi 72 tahun, penurunan angka kematian bayi menjadi 24 per 1000 kelahiran hidup, penurunan angka kematian ibu menjadi 118 per 100 ribu kelahiran, serta penurunan prevalensi gizi kurang pada Balita menjadi kurang dari 15 persen. Upaya pencapaian sasaran ini diperkuat dengan komitmen Pemerintah untuk mencapai sasaran Millenium Development Goals (MDGs) yang didukung pemantapan pemberdayaan masyarakat melalui penguatan Upaya Kesehatan Bersumber Masyarakat (UKBM) seperti Program Desa Siaga, Revitalisasi Posyandu dan Reformasi Puskesmas dalam menyelenggarakan pelayanan kesehatan promotif dan preventif. “Banyak masalah kesehatan yang dapat diatasi bila aspek perilaku diperhatikan. Keluarga sehat berkaitan erat dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di dalam rumah tangga, sehingga pada 2014 PHBS di Rumah Tangga Indonesia mencapai 70 persen,” ujarnya. mar
|