PKBI dan Dinas Sosial Kaltim Latih Tuna Sosial2010-11-13 00:58:25
SAMARINDA-Ruang Pertemuan Lantai II Gedung Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Daerah Kaltim yang terletak di Jl. Letjend Suprapto (dahulu Jl. Pembangunan) Samarinda tampak beda dari biasanya. Hari itu, hampir pukul sembilan pagi, sekumpulan wanita tengah asyik mendengarkan arahan dari Direktur Eksekutif PKBI, Sumadi Atmodiharjo. “Apakah keikutsertaan embak-embak di sini didasari karena kesadaran sendiri?” tanya Sumadi yang didampingi rekannya Moeran Gautama. Pertanyaan ini hampir serentak dijawab “ya”. Alhamdulillah kalo begitu,” kata Sumadi. Hari itu (Jumat 12/11), PKBI Daerah Kaltim bekerjasama dengan Dinas Sosial Provinsi Kaltim menggelar kegiatan pelatihan atau pembekalan kepada para tuna sosial penerima bantuan Stimulan Usaha Ekonomi Produktif (UEP). Kepada 20 orang peserta yang berasal dari Komplek Bayur dan Loa Hui Samarinda Seberang itu diberikan pembekalan dengan materi bimbingan sosial dan motivasi usaha, serta praktek langsung atas keterampilan yang mereka minati. Praktek keterampilan yang diberikan yaitu di bidang tataboga dan tatarias. Kepada peserta diberikan bantuan stimulan berupa peralatan sesuai minat dengan bimbingan instruktur yang terlatih. Menurut Sumadi yang selang beberapa saat didampingi pula oleh Fuad, mewakili Kepala Dinas Sosial Kaltim, kesadaran dan kemauan sendiri merupakan prasyarat utama bagi seseorang untuk bisa berbuat dan melakukan perubahan. Tanpa kemauan, akan sulit bisa berubah dan berkembang. Dengan adanya kemauan, seorang tuna sosial akan mudah dibimbing untuk melakukan usaha produktif, hingga akhirnya memiliki kemampuan dan berhasil dalam bidang usahanya. Karena itu ujar Sumadi, pihaknya berupaya membantu peserta dengan memberikan peralatan meski hanya stimulan, tetapi jika ingin berkembang, maka perlu ditambah dengan usaha si peserta sendiri. ”Intinya kita ingin jangan sampai peralatan yang ada justru dijual dan akhirnya kembali pada profesi semula,” katanya. Sasaran penanganan tuna sosial adalah tercapainya perubahan perilaku yang lebih baik, tetapi untuk mencapainya memerlukan bantuan. Dengan bekal ilmu dan keterampilan yang diperoleh melalui pelatihan, mereka diharapkan dapat kembali ke masyarakat untuk menapak hari depan yang lebih baik dan cerah. Dikatakan, pelatihan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kemampuan dan kemauan peserta dalam menerima dan melaksanakan program pelayanan dan rehabilitasi tuna sosial, serta meningkatkan keterampilan dalam mengelola bantuan stimulan UEP. Melalui pelatihan ini juga, peserta dimotivasi agar memiliki tanggung jawab sosial untuk meningkatkan kemandirian dan mendorong terbentuknya perubahan perilaku ke arah yang lebih positif, dengan tujuan akhir beralih profesi dan dapat melakukan usahanya secara mandiri. "Kepada peserta diyakinkan bahwa pembinaan dan bantuan ini merupakan suatu kesempatan yang sangat berharga, karena itu harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Terlebih lagi para peserta semuanya telah mendapat persetujuan dari para bapak dan ibu asuhnya masing-masing.Selain itu, seusai pelatihan PKBI dan Dinas Sosial juga memberikan penghargaan dengan menjadikan mereka sebagai kader, khususnya dalam penanggulangan penyakit HIV/AIDS di komplek tuna sosial,"paparnya.mar
|