Choirul Huda Nilai SDM Pendidikan Masih Minim2010-11-13 00:59:11
SAMARINDA-Sumber Daya Manusia (SDM) dibidang pendidikan masih minim. Padahal, pemerintah telah menetapkan alokasi pendidikan 20 persen di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Samarinda. Hal itu disebabkan masih terfokusnya anggaran tersebut pada pembangunan infrastruktur. "Saya melihat memang belum tepat sasaran. 20 persen anggaran pendidikan banyak terserap di infrastuktur. Itu pun masih ada perbedaan perlakuan antara sekolah di dalam kota dan pinggiran kota. Padahal sistem pendidikannya sama. Misalnya, penilaian Ujian Nasional (UN). Antara sekolah dalam kota dan pinggiran, penilaian UN tak berbeda," kata Anggota Komisi IV DPRD Samarinda Choirul Huda, kemarin. Karena itu, dia berharap Pemkot bertindak adil. Tak membeda-bedakan pengalokasian anggaran antara sekolah pinggiran dan dalam kota. "Ya, kami minta Pemkot memperlakukan sama. Tak ada yang dibeda-bedakan," tandasnya. Choirul Huda menyarankan pembangunan infrastruktur sekolah dapat dipercepat. Agar, pengalokasian anggaran tahun berikutnya bisa difokuskan untuk peningkatan SDM pendidikan. "Kami minta dipercepat lah pembangunan infrastukturnya. Nah, kemudian anggaran pendidikan difokuskan ke peningkatan SDM. Supaya pendidikan Samarinda tak tertinggal jauh dari daerah lain," ungkap dia. Pemerintah, katanya, harus melakukan pengawasan dan penataan sistem menejemen pengelolaan anggaran tersebut. Karena jika anggaran besar tak dikelola dengan benar maka akan menjadi hal yang sia-sia. “Ini PR bagi pemerintah untuk menyelenggarakan pendidikan dengan cara yang baik berstandar dan berstruktur. Agar tujuan dari pendidikan itu dapat terwujud sesuai dengan rencana,” katanya. adv
|
Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
New User Login
Video News
To watch this video, you need the latest
Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...
Iklan...
Baca Edisi Sebelumnya
Pasang iklan anda disini...