Dahri Usulkan Pusat Stock Pile2010-11-13 01:00:45
SAMARINDA–Ketua Komisi I DPRD Kaltim, Dahri Yasin mengajukan usulan pembangunan sentralisasi stockpile batubara untuk kawasan Samarinda dan sekitarnya. Usulan itu diajukan menyusul sering ditabraknya jembatan Mahakam oleh pengangkut batubara, akibat tidak adanya pusat penumpukan batubara. "Kebetulan kasus penabrakan jembatan di Samarinda sudah sangat sering terjadi. Sehingga, saya usulkan Kaltim membangun sentralisasi stockpile batu bara," ujar Dahri Yasin. Dikatakannya, untuk Samarinda dan sekitarnya termasuk Kuta Kartanegara (Kukar) tidak boleh ada stockpile, semuanya dipusatkan di satu lokasi saja. "Semuanya akan menjadi teratur kalau sudah ada sentral stockpile di satu tempat," imbuhnya. Stockpile itu nantinya menurut Dahri akan dikelola oleh satu perusahaan daerah (perusda). "Jadi pengelolanya satu saja, yakni perusda yang dibentuk oleh Pemprov Kaltim. Perusda tersebut nantinya bisa melakukan koordinasi dan memungut retribusi dari setiap batu bara yang disimpan oleh perusahaan di stockpile tersebut," katanya. Bagaimana nanti besaran dan hitungannya tentu akan dibicarakan lagi bersama. "Inikan baru usulan saja. Semuanya bisa dibahas bersama. Termasuk besaran retribusinya nanti. Kemudian bagaimana regulasi dan peraturannya, semuanya akan dibicarakan bersama dengan pemerintah," sebutnya. Ditanya mengenai lokasi yang tepat untuk pembangunan stockpile batu bara itu, Dahri mengatakan soal lokasi kembali lagi bisa dibicarakan bersama. "Nanti lokasinya tentu bisa dicari lokasi yang strategis. Yang jelas jangan jauh-jauh dari muara Sungai Mahakam, agar tidak terlalu jauh. Kalau saya sih cenderung mencari lokasi di kawasan muara, atau sekitar Sangasanga," terangnya. Dibangunnya sentralisasi stockpile itu menurut Dahri tak hanya menjadikan pengangkutan batu bara menjadi teratur dan terkoordinir, namun juga bisa menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sector pertambangan. "Kita ketahui banyak selama ini bumi Kaltim dikeruk SDA-nya oleh ratusan perusahana tambang, namun hingga saat ini sumbangsih atau timbal balik dari dikeruknya kekayaan bumi Kaltim itu belum sepadan. Sehingga dengan dibangunnya sentralisasi ini saya harap bisa menambah PAD bagi Kaltim sendiri," pungkasnya. fer/adv
|