Kapolda Inspektur Upacara HUT Brimob ke- 652010-11-13 01:10:27
BALIKPAPAN, Brigadir Mobil Kepolisian Daerah Kalimantan Timur (Brimob Polda Kaltim) Minggu, 14 November 2010 akan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) atau lazim disebut Hari Jadi Ke- 65, peristiwa tahunan ini akan diperingatyi melalui satu upacara resmi dilapangan Sekolah Polisi Negara (SPN) Staal Kuda, Kelurahan Gunung Bahagia Kecamatan Balikpapan Selatan dan bertindak sebagai Inspektur Upacara Kapolda Kaltim Irjen Pol. Drs. Mathius Salempang. Komandan Satuan Brimob Polda Kaltim, AKBP Drs. Leo Bona Lubis mengatakan, peringatan HUT ke- 65 Brimobda Kaltim merupakan peristiwa tahunan yang didalamnya akan lebih mempererat rasa kebersamaan dalm menjaga dan menciptakan kondisi yang aman, tentram bagi masyarakat di Kaltim, kendati tantangan yang dihadapi Kepolisian semakin komplek. Selama setahun ini, jajaran Brimob Polda Kaltim terus meningkatkan kualitas dan profesionalisme satuan baik dalam menjalankan tugas sehari-hari atau ketika mendapat penugasan ditempat lain yang dinilai cukup rawan ketika terjadi suatu permasalahan. Tidak hanya itu, Brimob Polda Kaltim juga terus menjalankan berbagai kebijakan atasan untuk menjamain keamanan didaerah atau diluar daerah ketika diminta untuk melakukan pengawasan dan keamanan ditempat lain, disamping itu tugas kedaerahan juga menjadi target dalamn memenuhi tugas-tugas kepolisian. Untuk HUT tahun ini, kami sudah tidak memberikan penghargaan kepada anggota yang secara khusus rutin menjalankan tugas dan fungsi baik di Kaltim atau diluar Kaltim, karena penghargaan itu sudah disampaikan ketika jajaran Kepolisian memperingati Hari Bhayangkara 1 Juli lalu sedangkan saat ini kita lebih memperagakan keunggulan dan ketrampilan sekaligus profesionalisme lapangan termasuk didalamnya kemampuan bela diri. ‘’Jadi besok kita banyak memperagakan keahlian dan kemampuan termasuk kehandalan anggota ketika menghadapi berbagai tugas dilapangan termasuk ketika menghadapi emosi masyarakat melalui aksi unjuk rasa karena itu memang diijinkan, hanya saja perlu sikap tegas agar aksi unjuk rasa massa tidak berkembang menjadi tindak anarkis,’’ tutur Leo Bona Lubis. Besok, Kapolda hanya membacakan sambutan Kapolri berkaitan dengan HUT Brimob Polda Kaltim secara keseluruhan. Namun tidak menutup kemungkinan ada tambahan yang perlu disampaikan Kapolda sesuai perkembangan yang ada dan terjadi di Kaltim. Ditanya persiapan kearah HUT Brimob Polda Kaltim, besok, Dansat Brimob Polda Kaltim ini mengatakan semua sudah matang karena persiapan sudah mulai dipersiapkan sejak beberapa hari lalu. "Harapan kami ketika tiba hari ‘H’ semua bisa berjalan dengan lancar," ungkapnya. Ditanya adanya perubahan status Brimobda dari Kesatuan menjadi Detasemen, Kasat Brimob Polda Kaltim ini membenarkan namun itu sebenarnya sudah lama hanya saja baru akan dikukuhkan besok, dengan maksud perubahan sebutan itu lebih menegaskan bahwa untuk membedahkan antara militer dan polisi, karena selama ini masih melekat ditubuh polisi sikap militerismenya. ‘’Dengan penggunaan Detasemen maka masyarakat akan lebih memahami lagi apa yang menjadi tugas kepolisian khususnya jajaran Brimobda Polda Kaltim, sehingga tidak salah persepsi dalam mengartikan peran-peran polisi dengan peran-peran militer diinstitusi lain,’’ ujarnya. Dalam peragaan ketrampilan dan profesionalisme Brimob, kata Leo Bona Lubis, akan banyak memperagakan berbagai taktik ketika akan mengamankan masyarakat atau rakyat ketika terlibat dalam satu kegiatan yang merugikan pihak lain. Seperti ada masayarakat yang disandra maka akan melakukan keahlian untuk membebaskan korban tanpa terjadi kecelakaan yang berarti. Selain itu, terkait aksi unjukrasa, pihaknya juga sudah melakukan pelatihan semua anggota bagaimana mengatasi aksi massa yang cukup besar dengan jumlah personil kepolisian yanmg terbata. "Kita juga sudah membekali anggota menghadapi masalah seperti itu, artinya anggota langsung menyikapi ketika terjadi aksi unjukrasa yang juga tidak jarang massa langsung anarkis menghadapi pihak keamanan khusus kepolisian," ujarnya. Latihan meluncur dari ketinggian tertentu serta terjun payung juga sudah dibekali kepada semua anggota termasuk ketika ada ancaman bom, kita sudah siap untuk hal-hal itu, sedangkan khusus ancaman bom kami juga sudah membentuk satuan Gegana, mereka ini profesionalisme dalam mengatasi masalah itu. ‘’Tidak mudah menaklukkan bom yang dipasang oleh orang tertentu, karena bisa mengancam nyawa anggota, olehnya mereka benar-benar dibekali dengan kemampuan, profesionalisme dan kemampuan yang handal, sekali lagi ketika kita lengah sedikiutpun maka ancaman nyawa anggota kita sendiri,’’ terangnya. Ditanya terkait Protap yang mulai ditetapkan untuk dilaksanakan disemua wilayah, Leo Bona Lubis mengakui hal itu, namun protap nomor 10/2010 itu bukan asal tembak. Karena maksud protap itu harus mampu mengendalikan tindakan masyarakat yang melakukan aksi-aksi yang vulgar, namun anggota polisi tetap mengac pada aturan yang berlaku ketika harus mengambil satu keputusan yang urgen. ‘’Tidak ada istilah tembak ditempat, tapi ketika anggota polisi sudah dalam keadaan terancam maka tidak ada pilihan untuk melakukan tindakan penyelamatan diri sendiri tapi lagi-lagi tetap harus mengacu pada ketetuan yang berlaku, keliru sedikit maka justru bisa boomerang ke anggota itu,’’ ujarnya. max
|