Waspadai DBD di Musih Hujan2010-11-13 04:43:56
SAMARINDA-Pada Desember, Samarinda masih memasuki musin penghujan. Karena itu, Puskesmas Kecamatan Palaran mewaspadai berbagai penyakit, khususnya Demam Berdarah Dengue (DBD). "Kami harus waspada, dan jangan terjadi lagi. Di Desember dan Januari terjadi lonjakan kasus penyakit DBD seperti tahun-tahun sebelumnya. Untuk itu, kami membuat program-program pencegahannya," kata kepala Puskesmas Palaran, dr Hj Syarifah Rahimah, Jumat (12/11). Ia menambahkan, program pencegahan DBD diawali di Kelurahan Bukuan, Kelurahan Rawa Makmur, Kelurahan Bantuas, Kelurahan Handil Bakti, kemidian disusul Kelurahan Simpang Pasir. Hal itu, dilakukan dari rumah-kerumah, sehingga secara mandiri warga dapat melakukan pengawasan. Seperti perkembangan jentik-jentik nyamuk, dengan melibatkan ketua RT setempat. “Namun cara paling efektif tetap gerakan 3 M, yakni menutup,menguras dan menimbun.Sasarannya tempat-tempat yang memungkinkan tergenangnya air bersih sebagai wahana berkembangbiaknya dua jenis nyamuk itu,” ungkapnya. Ditambahkannya, pencegahan lain seperti menaburkan larvasida,mengunakan kelambu pada waktu tidur, memasang kasa, menyemprotkan dengan inteksida, menggunakan repellent,memasang obat nyamuk dan memeriksa jentik secara berkala, terpenting lagi pola hidup bersih. Dijelaskan, dimusim penghujan jentik aedes aegypti sebagai media penyebar virus demam berdarah mulai menetas. Sepanjang masih ada jentik dan nyamuk aedes aegypti berkeliaran maka masyarakat masih dalam ancaman demam berdarah. Virus itu hanya dapat disingkirkan apabila warga dan semua elemen warga bersama-sama membangun gerakan sadar lingkungan. Dikatakannya peran ketua RT sangat harapkan untuk memberikan informasi kepada warganya, dan sebaliknya jika ada warga yang terjangkit DBD, maka langsung dapat melaporkannya ke Puskesmas agar dilakukan pengasapan atau fongging.john
|