Samarinda Miliki Tempat BersejarahTerbanyak Koleksi Peninggalan Belanda
2010-11-13 04:49:23
SAMARINDA–Ternyata, di Samarinda memiliki banyak tempat bersejarah yang laik dijadikan kawasan kunjungan Nusantara. Dari berbagai tempat bersejarah tersebut, terbanyak adalah peninggalan Belanda. Demikian diungkapkan Dirjen Sejarah dan Purbakala Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, Hari Untoro Drajat, kepada wartawan saat berkunjung ke tempat-tempat bersejarah di kawasan Samarinda dan sekitarnya, Jumat (12/11). "Kita berharap museum yang ada di Kota Samarinda bisa di jaga dengan baik agar menarik sejumlah Masyarakat sekitan dan manca Negara," kata Hari Untoro Drajat. Di sela-sela kunjungan ke sejumlah museum dan peninggalan purbakala, Untoro mengatakan, banyak benda-benda bernilai sejarah menjadi koleksi museum di Sanga-sanga yang berasal dari seluruh Nusantara. Benda itu kebanyakan diambil ketika Belanda menjajah di Indonesia. "Mereka mendapatkan koleksi itu ketika Kolonial Belanda menjajah Indonesia mencapai 3,5 abad," singkatnya. Dikatakan, sejumlah benda bernilai sejarah yang selama ini telah dikoleksi di Museum Belanda sudah ada yang dikembalikan ke Indonesia. "Kami berharap benda-benda bersejarah yang ada di Samarinda dan sekitarnya mampu menarik simpai para pengunjung yang ada," ucapnya. Ditambahkan Untoro, dengan masih tetap dikoleksi benda peninggalan bersejarah tersebut, secara tidak langsung dapat mempromosikan hasil karya anak bangsa Indonesia. "Nantinya kalau Negara Asing atau peneliti di museum tersebut ingin tahu asal benda sejarah itu, pasti mereka akan datang ke Samarinda," katanya. Dengan demikian lanjutnya, akan menjadi daya tarik wisatawan datang ke Samarinda untuk melihat secara langsung asal mula kebudayaan Nusantara yang menjadi koleksi museum. "Banyak peneliti yang fokus meneliti keberadaan koleksi peninggalan Belanda untuk meneliti ke Indonesia dan mendalami hasil penelitiannya," jelasnya. Dengan pemerintah telah mencanangkan tahun kunjungan museum Indonesia atau Visit Museum Indonesia 2010, harpanya, semua warga dapat berkunjung ke tempat penyimpanan benda bernilai sejarah tersebut. "Untuk itu pemerintah telah melakukan berbagai langkah mendukung program kunjungan tersebut dengan melakukan pembenahan diberbagai infrastruktur di museum tersebut," katanya. aon
|