Banjir Griya Mukti Belum Surut

2010-11-15  18:01:00

SAMARINDA-Hampir setengah bulan, Banjir du Keluraha Gunung Lingai Perumahan Griya Mukti belum surut.  Ketinggian air masih mencapai 30 cm. "Malam tadi tingginya sampai selutut. Hampir setengah bulan ini banjir melanda kawasan kami," kata Slamet, warga Blok j Griya Mukti, Minggu (14/11).
Menurut Slamet, kurang lebih 30 Kepala Keluarga (KK) dilanda banjir di Perumahan Griya Mukti. Air memang sudah berkurang dibandingkan Minggu kemarin.
"Banjir rutin datang setiap hujan sedikit saja. Kami bosan dan kesal, tapi mau bagaimana lagi. Walikota baru jangan menutup mata, dan secepatnya memecahkan masalah ini," ujar Slamet.
Dari hasil pantauan harian ini, sebanyak 3 RT yaitu RT 6, 7 dan 8 terendam banjir di perumahan Griya Mukti Sejahtera.
Perumahan ini sama dengan warga perumahan lainnya, memiliki perkumpulan antar-rukun tetangga (RT). Bahkan keakraban antar tiga RT 6,7 dan 8 sangat erat. Tebukti setiap siang dan malam, selalu ada saja pejabat RT berkumpul di pos, dekat jembatan masuk perumahan. Di perumahan, warga memiliki program penghijauan yang dari dulu diimpikan. Setiap trotoar ditanami pohon dan bunga-bunga cantik, juga di pinggir jalan masing-masing blok.
"Hal itu kami lakukan untuk mengurangi erosi. Apalagi banyak tanah kosong. Nantinya material hasil sumbangan warga, untuk program penghijauan perumahan," ujar Rido, Sekretaris RT 06 Kelurahan Gunung Lingai.
Namun kini apa daya, program penghijuan yang dicanangkan warga susah terwujud. Belum ditanami, air sudah menggenang. Trotoar yang seharusnya untuk ditanami, tanahya erosi. Air lebih tinggi dari bibir selokan. Faktornya antara lain Sungai Karang Mumus (SKM) cukup dekat, hanya berjarak 5 meter dari pinggir jalan di blok pertama perumahan ini.
"Sungai sangat dangkal, satu setengah meter saja. Kalau misalnya diperlebar dan keruk lebih dalam, mengurangi banjir. Karena jalur aliran air dari Waduk Benanga sangat kecil," ujarnya.
"Setiap banjir melanda daerah ini banyak warga terserang penyakit kulit, gatal-gatal. Ini diakibatkan tercampur dengan air selokan. Itu berbahaya dan rawan penyakit," katanya.aon

Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
KAMIS
New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
 
 
 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 1235 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...