Dewan Minta Dinkes Segera BersikapDBD Mengancam Samarinda
2010-11-16 01:08:23
SAMARINDA-Anggota DPRD Samarinda, Anhar SK meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) segera bersikap atas ancaman penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah Kota Samarinda, menyusul musim pengujan yang diprediksi terjadi hingga akhir tahun. “Segera lakukan tindakan dan antisipasi terhadap kemungkinan mewabahnya penyakit DBD. Kalau tidak maka akan sangat membahyakan masyarakat,” kata Anhar, melalui telepon selulernya, Minggu (14/11). Dia mengatakan alokasi anggaran untuk DBD tidka ada yang dicoret. Dengan demikian, lanjutnya, tidak ada alasan lagi untuk tidak segera melakukan upaya antisipasi terjadap mewabahnya DBD. “Tidak ada satu rupiahpun anggaran untuk DBD dicoret di APBD. Untuk itu, saya minta segera ditanggulangi meski belum terjadi kejadian luar biasa (KLB, Red),” katanya. Menurutnya, seharusnya tidak ada lagi penyakit DBD yang KLB. Karena anggaran cukup. Selain itu, kata dia, soal mewabahnya penyakit DBD kota Samarinda punya pengalaman untuk menangani. “Pemerintah seharusnya segera melakukan sosialisasi terhadap penyakit DBD ini. Entah memalui media masa atau melalui puskesmas atau lainnya. Termasuk di dalamnya melakukan antisipasi dengan cara fogging ke daerah endemi DBD,” katanya. Dijelaskan, penanggulangan DBD dikota Samarinda dilaksanakan secara berkelanjutan oleh ibu kader kesehatan. Jumlah kader kesehatan dibentuk oleh instansi terkait dengan jumlah sesuai dengan kebutuhan dan jumlah penduduk di satu wilayah. “Penyakit DBD sering salah didiagnosis dengan penyakit lain seperti flu atau tipus. Hal ini disebabkan karena infeksi virus dengue yang menyebabkan DBD bisa bersifat asimtomatik atau tidak jelas gejalanya.Untuk itu instansi terkait termasuk puskesmas harus jeli dalam melihat penyakit ini,” katanya. Sebagaimana diketahui, penyakit DBD disebabkan oleh Virus Dengue dengan tipe DEN 1, DEN 2, DEN 3 dan DEN 4. Virus tersebut termasuk dalam group B Arthropod borne viruses (arboviruses). Keempat type virus tersebut telah ditemukan di berbagai daerah di Indonesia antara lain Jakarta dan Yogyakarta. Virus yang banyak berkembang di masyarakat adalah virus dengue dengan tipe satu dan tiga. 3 Gejala pada penyakit demam berdarah diawali dengan demam tinggi yang mendadak 2-7 hari (38 C- 40 C), manifestasi pendarahan, dengan bentuk : uji tourniquet positif puspura pendarahan, konjungtiva, epitaksis, melena, Selain itu, hepatomegali (pembesaran hati), syok, tekanan nadi menurun menjadi 20 mmHg atau kurang, tekanan sistolik sampai 80 mmHg atau lebih rendah dan trombositopeni. Gejala-gejala klinik lainnya yang dapat menyertai: anoreksia, lemah, mual, muntah, sakit perut, diare kejang dan sakit kepala, pendarahan pada hidung dan gusi dan rasa sakit pada otot dan persendian, timbul bintik-bintik merah pada kulit akibat pecahnya pembuluh darah. adv
|