255 Desa di Perbatasan Malaysia Memprihatinkan

2010-11-18  00:31:02

BALIKPAPAN, Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak, mengakui masih cukup banyak warga Kaltim yang ada disepanjang perbatasan hidup terisolir artinya mereka hidup jauh dari keributan dan kebisingan kota termasuk tidak bisa mengikuti perkembangan pembangunan yang semakin modern. Sedikitnya masih ada 255 desa  di 15 kecamatan atau sekitar 15.000 jiwa kehidupan mereka sangat memprihatinkan, atau tingkat kesejahteraannya sangat rendah.      
Drs. Budi Prasetya, MM dan Iwan Prasetyo, SSos, keduanya pengamat sosial dan ekonomi dari Jakarta ketika berkunjung ke Tanjung Selor dan Sebatik mengatakan kehidupan masyarakat diwilayah perbatasan jauh dari  kehidupan wajar masyarakat lainnya di Indoensia, mereka masih bergantung pasokan kebutuhan pokok justru dari Sabah.
Ketika bertemu media ini di Plaza Tarakan, dua tokoh muda ini mengatakan kunjungan mereka ke wilayah perbatasan Kaltim-Sabah, Malaysia ingin melihat dari dekat kehidupanmasyarakat Indoensia diperbatasan dan ingin mengetahui apa yang sudah dilakukan pemerintah pusat termasuk pemerintah provinsi Kaltim untuk dapat mengangkat dedrajat kehidupan social dan ekonomi mereka.
"Selama delapan hari di Sebatik dan Tanjung Selor, kami berkesimpulan kalau kehidupan masyarakat perbatasan harus mendapat perhatian serius. Kalau pemerintah pusat lambat menyikapi pembangunan wilayah perbatasan Kaltim-Sabah, menjadi kurang baik nantinya. Karena itu, pemprov Kaltim harus bergerak dengan cepat membangun wqilayah Utara Kaltim itu," paparnya.
Menurut tokoh masyarakat Kaltim, Andi Agoes, Y, SH, Kalau Gubernur Kaltim, sudah mengatahui kehidupan masyarakat perbatasan Kaltim yang sangat memprihatinkan harusnya bisa bersikap lebih agresif, cepat dan terprogram, minta ke pemerintah pusat agar pembangunan segera dilakukan selain itu pemrpov Kaltim juga harus bergerak dan yang paling utama adalah pembangunan jalan kewilayah Utara dari Samarinda, ini dulu.
‘’Kalau jalan sudah ada dan tidak rusak maka dipastikan pembangunan pendukung lainnya akan ikut selanjutnya kehidupan masyarakat disekitar perbatasan akan lebih baik lagi, apalagi kalau nantinya mereka sudah bisa bepergian dari perbatasan ke kota Samarinda dan Balikpapan maka mereka akan melihat berbagai pembangunan yang ada danm modernisasi  lainnya bisa dibangun di perbatasan,’’ tegas Andi Agoes.
Menurut Budi Prasetyo, panjang garis perbatasan darat mulai Kutai Barat hingga Nunukan itu sepanjang 1.038 kilometer, sementara jumlah penduduk yang menghuni di 255 desa berjumlah 135.778 jiwa dengan luas wilayah 49.841 kilometer perseg.
"Kehidupan mereka sangat terisolasi, tertinggal, dan terbelakang dengan tingkat kesejahteraan penduduk rendah yang disebabkan terbatasnya ketersediaan sarana transportasi, informasi, dan komunikasi," lanjutnya. max

Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
KAMIS
New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
 
 
 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 1235 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...