Supir Ketinting Tuntut Tuntaskan Masalah BBM 2010-11-18 00:39:57
TANJUNG REDEB- Puluhan supir Ketinting (taksi air red), Kecamatan Teluk Bayur berdemo di depan kantor Bupati Berau menuntut penyelesaian bahan bakar minyak (BBM) Senin (15/11). Pasca penertiban oleh tim terhadap penjual bensin eceran ternyata belum sepenuhnya menyelesaikan permasalahan itu. Antrian panjang masih terus terjadi. Sementara taksi air ketinting justru kerap tak terlayani di SPBU. Diantara isi tuntutan yang minta, minimal Pemkab Berau dapat menormalkan harga penjual eceran jika memang diperbolehkan. “Biasa kami jika tidak dilayani di SPBU bisa beli eceran dengan harga 6 ribu rupiah, tapi sekarang sudah jarang penjual karena ditertibkan, ada yang jual tapi harganya 8 sampai 10 ribu, kalau dihitung-hitung dengan pendapatan kami tidak sesuai,” ungkap Hakim salah seorang pendemo. Keinginan pendemo untuk bertemu Bupati Makmur tak dapat terpenuhi lantaran Bupati sedang mengikuti Rapat paripurna di Kantor DPRD Berau. Akhirnya asisten II Pemkab Berau Soeparno Kasim yang menerima 6 orang perwakilan pendemo. Dalam pertemuan itu Wakil yang diterima meminta agar bisa difasilitasi kemudahan mendapatkan bensin untuk operasional kentinting. “Cuma itu andalan kami untuk mencari nafkah pak, masa taksi darat bisa antri kenapa kami tidak bisa, pernah masuk malah tidak dilayani juga pernah jerigen kami ditendang,” ungkap salah seorang pendemo. Menyikapi hal itu, Asisten II menyebutkkan akan segera menyurati pemilik SPBU. “Kita meminta pengelola untuk menerima pengisian saudara semua asalkan tertib,” ujar Soeparno Kasim. Selain itu, guna mengantisipasi pengantri yang bukan pemilik ketinting ikut memanfaatkan kesempatan, Soeparno meminta pemilik ketinting didata. Sejak terhitung hari ini (Senin-red), pemilik taksi air itu dapat mengisi di SPBU dengan dijatah 10 liter perorang. Usai bertemu Asisten II, seluruh pendemo kemudian mendatangi SPBU Rinding untuk ikut antri bensin seperti pengantri lainnya. Meski sempat ditolak, dengan alasan mati lampu, sementara dispenser pengisian solar tetap berjalan akhirnya petugas SPBU terpaksa melayani. Terlebih mendengar beberapa orang yang mencam akan membakar SPBU jika tidak dilayani. Selanjutnya sesuai ketentuan seperti disampaikan Asisten II, selain didata, pemilik ketinting juga nanti akan diberikan kartu sebagai tanda pemilik asli ketinting. Hal dimaksud agar tidak ada oknum lain yang memanfaatkan kesempatan untuk menimbun BBM dengan mengaku sebagai pemilik ketinting. Juga seperti digariskan yakni hanya diperbolehkan maksimal 10 liter setiap orang. as
|