Dewan Sambut Positif Pembekalan BANK2010-11-18 01:18:23
SAMARINDA-Anggota DPRD Samarinda dari Fraksi PKS Nursobah menyambut positif pembekalan kepada BANK se-Samarinda. Dan, agenda itu diharapkan bisa menjadi agenda rutin sebagai upaya pencegahan, pemberantasan, dan penyalahgunaan peredaran narkoba. "Acara itu sangat penting, karena menjadi bekal relawan di setiap kelurahan," ungkap dia. Hal menarik dari acara itu, kata dia, adalah semua peserta berkomitmen untuk menjadikan Samarinda bebas narkoba pada tahun 2015. "Jika perlu, sebelum Pemilu 2014, Samarinda sudah bebas narkoba," ucap Nursobah. Dia berharap seluruh aparat dan masyarakat terlibat aktif dalam upaya pencegahan peredaran narkoba. "Narkoba dan miras harus diberantas. Karena hukumnya haram. Dan dampaknya lebih ganas dari korupsi," tandas dia. Pada Hari Raya Idul Adha, dia mengharapkan pencegahan narkoba harus serius, karena akan memutus mata rantai regenerasi bangsa. Pihaknya yakin sebagai bangsa besar, tidak akan mudah terkecoh dengan tipuan narkoba oleh pihak manapun. Apalagi ingin memperlambat kemajuan bangsa. "Jangan biarkan narkoba merajalela. Stop peredaran. Majukan Samarinda dengan kerja keras pemimpin yang akan datang," kata dia. Dia merasa yakin, kalau Samarinda akan maju tanpa narkoba. Jangan beri kesempatan peredaran narkoba di Samarinda. "Hancurkan dan enyahkan narkoba. Pasti bisa, Insya Allah," kata dia. Sebelumnya, upaya Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) terus dilakukan Pemkot Samarinda, salah satunya mengadakan pembekalan bahaya penyalahgunaan narkoba bagi 1.980 kader yang tergabung dalam 53 Barisan Anti Narkoba Kelurahan (BANK) se-Kota Samarinda di Gedung Pramuka, Selasa (16/9) lalu. Asisten III Sekretaris Daerah Samarinda H Ridwan Tasa ketika membacakan sambutan Wakil Walikota Samarinda DR Achmad Amins, menggambarkan bahaya laten narkoba seperti fenomena gunung es yang tak kelihatan, namun memiliki dampak sistemik panjang terhadap generasi muda. “Kasus yang terungkap itu hanya sebagian, yang tersembunyi masih banyak, karena pemberantasan narkoba harus dilakukan secara bersama, dengan melibatkan semua unsur masyarakat dan aparat. Sehingga penanganannya benar-benar menjadi agenda kota yang merupakan tanggung jawab kita semua,” paparnya. Tahun 2010, menurut dia, posisi Kaltim berada di peringkat 5 dari sisi penegakan peredaran narkoba di Indonesia. Sedangkan dari sisi potensi kerawanan narkoba, Kaltim masuk peringkat ke-17. adv
|