Peran BKKBN Sangat Penting2010-11-21 05:27:52
SAMARINDA- DPRD Provinsi Kaltim berharap ada Menteri yang khusus menangani masalah kependudukan dan keluarga berencana. Sehingga, program Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang selama ini mengalami kemunduran bisa kembali bangkit. “Program BKKBN bukan hanya mengurus soal kependudukan dan KB saja, namun sangat luas, karena berkaitan dengan kriminalitas, pengangguran, peningkatan kesejahteraan dan lainnya,” kata Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Ali Hamdi, baru-baru ini dalam sebuah dialog di BKKBB Kaltim. Jika ada Menteri yang khusus menangani kependudukan dan KB, lanjutnya, maka program KB yang pernah gemilang di Orde Baru, kemudian mendapat pengakuan internasional bahwa Indonesia berhasil menekan pertumbuhan penduduk, sehingga mampu mengurangi berbagai masalah sosial. "Pada masa orde baru, ada Menteri yang menangani masalah Kependudukan dan KB atau BKKBN yang dijabat Haryono Suyono, sehingga saat itu program KB bisa berhasil dan dampaknya bisa dirasakan masyarakat luas," katanya. Namun, kata dia, di jaman reformasi sekarang ini, program KB terlupakan, bahkan menteri yang menangani masalah itu juga sudah tidak ada lagi, padahal peran BKKBN bukan sekedar menunda kehamilan, atau mengkampanyekan slogan Dua Anak OK, Banyak Anak K-O saja, namun perannya sangat luas. "Jika program KB tidak berhasil, maka jumlah penduduk menjadi banyak. Dampak dari banyaknya jumlah penduduk antara lain, meningkatnya angka pengangguran, pasalnya lapangan kerja yang ada tidak sebanding dengan banyaknya penduduk," terangnya. Jika pengangguran semakin banyak, lanjutnya, maka yang terjadi adalah warga miskin juga bertambah, sehingga bisa memicu tingginya angka kriminalitas, serta sejumlah masalah sosial yang memerlukan penanganan serius dengan dana besar pula. Dia berharap, ke depan masing-masing daerah serius menangani program KB, salah satu yang bisa dilakukan adalah menambah anggaran agar KB bisa berjalan dengan baik. Selain itu, penyuluh KB juga harus dilakukan perekrutan karena saat ini jumlah penyuluh mengalami penurunan. “Untuk itu, saya akan berunding dengan teman-teman di dewan agar masalah kependudukan dan KB ada menteri yang menanganinya. Selanjutnya aspirasi ini akan kami teruskan ke pusat, karena saya menganggap peran BKKBN sangat penting,” kata Hamdi. Ditempat sama, Kepala BKKBN Kaltim HM Idrus Sebbu,mengajak seluruh para personil BKKBN baik Kab/Kota untuk melakukan inovasi-inovasi dilapangan demi suksesnya program KB. Dengan melakukan kegiatan yang lebih maksimal di lapangan. Agar sasaran program KB yang ingin dicapai dapat memberikan kontribusi terhadap hasil program KB untuk Kaltim. " Kami minta agar komitmen dan semangat tetap tinggi. Sering-seringlah turun kelapangan baik kecamatan dan daerah untuk melihat persiapan-persiapan pelaksanaan program Keluarga Berencana ," ajak Idrus. Sambil menambahkan, marilah kita lihat konteks persoalan yang sedang dihadapi BKKBN dengan perspektif lebih luas. Sebab pencapaian sasaran kinerja Program KB merupakan tugas dan tanggung jawab kita bersama. Untuk itu, kebersamaan dan komunikasi tetap kita lakukan untuk keberhasilan progran KB di bumi etam ini. Menurutnya, di Kaltim sebenarnya banyak calon akseptor namun tidak terlayani semua. Hal ini terjadi, kemungkinan saja lokasinya tidak terjangkau atau daerah terpencil mungkin juga karena tidak diberi advokasi. Untuk itu, dalam rangka mencapai sasaran-sasaran RPJM dan sasaran kinerja enam bulan kedepan. Sudah disepakati,agar pelaksanan program KB benar-benar bisa ,memberikan pelayanan dasar masyarakat, khususnya bagi pasanga usia subur muda paritas rendah. "Sebenarnya pasangan usia subur (PUS) yang ingin ber KB meningkat, namun tidak terlayani. Hal ini tentunya tanggung jawab kita bersama untuk melayani dengan baik dan berkualitas," ungkapnya. Ditambahkannya, didalam pelaksanaan program KB,harus senantiasa bekerjasama dan berkoordinasi dengan berbagai pihak. Sebab ada dua aspek yang saling berkaitan, yakni komuniksai informasi dan edukasi (KIE). Yakni, calon-calon peserta KB diberi pengertian dan kesadaran dulu. setelah paham dan mengerti baru diberi pelayanan kontrasepsi oleh medis. Tentunya setelah terlayani diberi advokasi lagi, agar tidak mudah berhenti. Sebab namanya orang, bisa saja mendengar informasi salah tentang kontrasepsi, sehingga kalau tidak diberi pengertian yang mantap bisa-bisa berhenti tidak ber KB lagi. Sebab untuk menciptakan peserta KB lestari memerlukan pembinaan yang mantap dari petugas lapangan secara berkesinambungan.john
|