PNPM-MP Simpang Tiga Kembangkan Pinjaman Bergulir2010-11-21 05:28:38
SAMARINDA- Kegiatan PNPM-MP di Kelurahan Simpang Tiga mendapat dukungan dari masyarakat. Sehingga berjalan sesuai yang diharapkan, seperti proyek semenisasi jalan dan turap di lokasi RT 27 dan RT 05 berjalan sesuai diharapkan. “Dana BLM PNPM Rp 12 juta, karena mendapat dana swadaya masyarakat sebesar Rp 3.600.000, akhirnya totalnya menjadi Rp 15.600.000. Artinya program itu direspon dan mendapat dukungan masyarakat,” kata Koordinator Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) Kelurahan Simpang Tiga, Sucipto, belum lama ini. Menurut Sucipto, program sosial ini telah dilaksanakan kedua kalinya. Sebelumnya pemberian paket seragam sekolah kepada murid SD paket tahun 2009, pihaknya juga mengelar pelatihan menjahit yang diikuti sebanyak 12 orang, hasilnya sangat memuaskan.sekarang program pemberian sembako kepada 94 kaum lansia. “Untuk paket beras kami pilihkan kualitas bagus, karena untuk kaum lansia. Paket pemberian untuk lansia adalah paket tahun 2010, tepat sasaran, sebelumnya terlebih dahulu didata ketua RT dan juga disurvei oleh tim LKM ,” jelasnya. Sedangkan program kredit lunak sebesar Rp 10 juta, dibagikan kepada 5 kelompok KSM, 1 kelompok terdiri 5 orang , harapannya kreditnya dapat bergulir secara lancar sehingga kelompok berikutnya juga bisa mendapat giliran yang sama.Untuk itu, pihaknya akan terus kembangkan dana bergulir yang kini terus berjalan. “Dukungan Pemkot Samarinda untuk dana pendamping tetap diharapkan. Wakil Walikota, Syaharie Ja’ang menjanjikan jika terpilih kembali menjadi Walikota priode 2010-2015, akan menambah dana pendamping menjadi seratus persen,” kata Sucipto. Ia menjelaskan strategi PNPM Mandiri terdiri strategi dasar, dengan mengintensifkan upaya-upaya pemberdayaan untuk meningkatkan kemampuan dan kemandirian masyarakat. Selanjutnya menjalin kemitraan yang seluas-luasnya dengan berbagai pihak untuk bersama-sama mewujudkan keberdayaan dan kemandirian masyarakat. Menerapkan keterpaduan dan sinergi pendekatan pembangunan sektoral, pembangunan kewilayahan, dan pembangunan partisipatif. Sedangkan strategi operasional adalah mengoptimalkan seluruh potensi dan sumber daya yang dimiliki masyarakat,pemerintah pusat, pemerintah daerah, swasta, asosiasi, perguruan tinggi, lembaga swadaya masyarakat, organisasi masyarakat, dan kelompok peduli lainnya secara sinergis.john
|