Jangan Bakar Ladang2010-11-22 05:25:23
TANJUNG REDEB– Legislator Partai Kedaulatan, Kamaruddin mengingatkan kepada masyarakat, bahwa memasuki musim kemarau seperti sekarang ini diharapkan tidak melakukan pembakaran ladang. Mengingat hasil bakaran tersebut dapat mengakibatkan polusi. Di sisi lain, pembakaran lahan ini dapat mengakibatkan kebakaran hutan, yang dapat menganggu eko sistem alam yang ada. Seperti pertumbuhan pepohonan atau tumbuh – tumbuhan yang ada di dalam hutan. Selain itu, akibat pembakaran lahan ini juga dapat mengganggu perkembangan habitat yang ada berhuni di hutan dan sekitarnya. “ Ini lah sebagian prilaku masyarakat kita, maunya nggak repot – repot merintis, main bakar saja, tanpa mempedulikan dampaknya,” ujarnya. Ironisnya lagi, saat ini di daerah Tabalar sudah ada petani ladang yang melakukan pembakaran. Melihat cuaca memasuki musim panas langsung melakukan pembakaran ladang, tak mau tahu apa resiko setelah melakukan kegiatan yang merugikan mahlukhidup. “Kalau melakukan pembakaran ditunggui dengan menyediakan air untuk memadamkan masih lumayan. Ini setelah membakar langsung ditinggal begitu saja, tanpa mau tahu apa yang akan terjadi nanti,” ucapnya kesal. Karenanya, jika musim kemarau Kota Tanjung Redeb dan sekitarnya terselimuti asap tebal, menurut dia tidak perlu heran, karena asapa tersebut kiriman dariakibat pembakaran ladang, baik di Kabupaten Berau sendiri maupun dari daerah lain. Dan dampaknya, bahwa asap pembakaran itu juga cukup besar terhadap pernafasan malhluk hidup, khususnya manusia. “Karena asap ini terhisap langsung masuk ke paru –paru,” ucapnya. Untuk itu ia meminta kepada semua masyarakat dapat menghilangkan prilaku tersebut, mengingat masih banyak cara lain yang hemat dan sehat, demi menciptakan keamanan dari kebakaran hutan dan penekanan terhadap pulusi udara. roz
|