Belum Sampaikan LPJ Sejak 2001AUJ Teramcam Tak Bakal Terima Penyertaan Modal
2010-11-22 05:49:57
BONTANG – Perusda Aneka Usaha dan Jasa (AUJ) Kota Bontang terancam tidak akan mendapatkan tambahan modal Rp 2,8 miliar yang telah diusulkan kepada DPRD Bontang agar masuk dalam APBD Bontang 2011. Komisi II DPRD berencana tak menyetujui usulan itu, sebelum AUJ menyerahkan laporan pertanggungjawaban atas dana yang selama ini dikelola AUJ dengan total Rp 65 miliar. Dana itu dalam bentuk penyertaan modal yang dikelola AUJ sejak tahun 2001 hingga 2008. “Bagaimana kita mau menyetujui, sementara mereka belum melaporkan pertanggungjawaban dana yang dikelola?” kata Ketua Komisi II DPRD Bontang Sayutin Budianto didampingi Wakil Ketua Komisi II Abdul Gafar, kemarin . Menurut Budianto, laporan ini penting untuk mengetahui perkembangan bidang usaha yang selama ini dijalankan AUJ. “Karena sejak berdirinya tahun 2001, Perusda AUJ belum memberikan kontribusi untuk pendapatan daerah. Padahal, Perusda dibentuk, harapannya bisa memberikan kontribusi bagi pendapatan daerah,” tuturnya. “Apalagi dalam Undang-Undang 32/2004 pada pasal 154 dan 157 jelas diatur keberadaan Perusda seharusnya memberikan kontribusi terhadap PAD (Pendapatan Asli Daerah, Red.). Bukannya malah membebani APBD,” sambungnya. Lantas apakah bila Perusda sudah menyampaikan laporan pertanggungjawaban, DPRD akan menyetujuinya? “Ya tentu akan kami evaluasi lagi,” ucapnya. Sebagai mitra DPRD, Budi mengaku segera memanggil direksi AUJ. “Ya kami akan memanggil mereka dan meminta penjelasan atas ini,? tegasnya. Seperti diketahui, Perusda AUJ selama ini menggeluti beberapa bidang usaha. Di antaranya pengoperasian kapal feri cepat jenis roll on roll off (Ro-Ro) yang melayani jurusan Banyuwangi-Bali. Selain mengoperasionalkan kapal Ro-Ro, Perusda AUJ juga menggeluti bidang perbankan dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan.***
|