Ormas dan BC Kembali Gagal DialogTerkait Tuntutan Reklamasi Eks Tambang PT Berau Coal
2010-11-23 04:50:05
TANJUNG REDEB –Lagi, sejumlah organisasi masyarakat (Ormas) yang terdiri dari KNPI, FKPPI, mahasiswa, LSM dan tokoh pemuda, Senin (22/11) kemarin, kembali mengeluruk di depan kantor PT Berau Coal (BC) Jalan Pemuda Tanjung Redeb. Namun lagi – lagi tak ada kata kesepakatan untuk melakukan dialog, antara pendemo dan managemen BC. Sesuai janjinya, puluhan ormas yang tergabung Peduli Rakyat Berau kembali melakukan demo di kantor BC. Kedatangan mereka tak lain menagih janji BC, yang mana pihak managemen BC menyatakan siap duduk satu meja melakukan dialog. Dalam orasinya kemarin tak jauh beda dengan aksi demo hari, Sabtu (20/11) kemarin. Mereka menganggap informasi yang beredar di tengah masyarakat, bahwa perusahaan tambang batubara terbesar nomor lima ini selalu baik –baik saja, menurut meraka itu omong kosong dan bohong besar. Karena menurut mereka banyak kebohongan dibalik itu semua, mengingat lahan eks tambang yang konon kabarnya sudah dilakukan reklamasi 30 persen itu tidak sesuai dengan survey yang dilakukan ormas ini pada Tangal 13 November lalu di Site Binungan. Bahkan mereka tak segan – segan menuding kehadiran perusahaan BC di Berau ini tak jauh beda dengan gaya “ penjajah Belanda ”. Karena selama ini dinilai banyak melakukan kebohongan besar terhadap masyarakat Berau. Mereka juga menilai BC hanya mengeruk hasil sumber daya alam (SDA) saja, tanpa mempedulikan dampak lingkungan. Dengan dasar bukti lubang kolam pemancingan eks tambang di Binungan, yang dalamnya mencapai lebih kurang 90 meter dengan luasan sekitar 40 hektar tersebut sampai saat ini belum dilakukan reklamasi. Mereka juga mempertanyakan, masyarakat mana yang akan rekreasi ke Binungan? Karenanya mereka tetap ngotot eks tambang yang disebut oleh mereka kolam maut itu harus direklamasi, atau ditutup kembali seperti semula. Mengingat, jika kolam itu dibiarkan, maka tidak menutup kemungkinan kolam itu akan jebol, dan akan menenggelamkan pemukiman masyarakat lingkar tambang, lantaran tak mampu menampung air hujan. Dan akibatnya, masyarakat Berau lah pada akhirnya yang mendapat musibah bencana alam besar. Sementara Direksi BC ongkang – ongkang di Jakarta. Untuk itu mereka tetap bersikukuh menutut perusahaan yang bergerak dibidang batubara ini tetap melakukan reklamasi semua lahan eks tambang, tanpa terkecuali. Disela – sela orasi, meraka juga mempertanyakan keberadaan spanduk dan bendera yang mereka pasang kemarin sore di depan kantor BC . Karena spanduk dan bendara yang meraka tanyakan tak jua diberikan, aksi dorong mendorong di pintu masuk kantor BC antara mereka dan Satpan pun tak terhindarkan. Namun aksi itu tak berlangsung lama, karena jajaran Polres Berau berhasil meredam emosi pengunjuk rasa. Tapi sayang, pertemuan itu kembali gagal. Lantaran kedua pihak saling bertahan, BC menawarkan lima orang perwakilan melakukan dialog dengan direksi perusahaan, sementara ormas ini tetap pada Pendiriannya, meminta semua yang ikut menyuarakan isi hati masyarakat Berau bisa duduk satu meja dengan direksi perusahaan, yang konon katanya siap melakukan dialog. Disela – sela mengakhiri orasi, salah seorang karyawan BC ada yang menceletuk, “ Jangan Berau Coal saja yang diurusi, tu BJU ( Bara Jaya Utama) urusi juga,” cetusnya. Spontan para ormas ini langsung berang urung bubar, dengan nada keras mereka menantang oknum yang mengelurkan kata – kata itu berbicara di depan mereka. Beruntung salah seorang karyawan BC itu langsung di perintahkan meninggalkan tempat oleh Polisi, sehingga demo ini punbubar dengan aman dan tertib. Tetapi mereka berjanji perjuangan tak hanya sampai disitu, bahkan meraka berjanji pada saatnya nanti akan membawa massa yang lebih besar jumlahnya, untuk menuntut perusahaan tambang batubara ini. roz
|