Jembatan Nipahnipah-Melawai Diseminarkan Pakar ITB2010-11-23 04:55:10
PENAJAM, Mimpi akan ada satu jembatan ‘’Ekonomi’’ yang menghubungkan dua daerah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) ke Balikpapan mulai menuju titik akhir artinya pembangunan itu sudah mulai ada titik terang. Apalagi hari ini akan ada enam orang pakar dari Institut Teknologi Bandung (ITB) yang membicarakan berbagai hal berkaitan dengan pembangunan jembatan yang menjadi gagasan Bupati PPU Andi Harahap, SSos, sejak tiga tahun silam. Pembangunan jembatan itu menjadi mimpi masyarakat PPU dan Balikpapan serta masyarakat lainnya di Kalimantan Timur karena dinilai akan menjadi jembatan ekonomi yang akan menghubungkan empat provinsi di Kalimantan Kaliamantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat dan tidak hanya itu akan sangat membantu pertumbuhan ekonomi disekitar jembatan itu. Menurut Kepala Bappeda Kabupaten PPU yang juga Ketua Panitia Seminar Samsyul Qomar, mengatakan rencana pembangunan jembatan lintas teluk Balikpapan akan dibicarakan secara serius pagi ini melalui seminar olehnya diharapkan kehadiran berbagai pihak termasuk pemerintah kabupaten dan kota yang ada di Kalimantan ini. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara sangat serius untuk mewujudkan rencana pembangunan jembatan penyeberangan Penajam-Balikpapan. Berbagai upaya ke arah tersebut terus dilakukan pemerintah daerah, di antaranya, menggelar seminar sehari bertajuk Kebutuhan Jembatan Bentang Panjang Penajam-Balikpapan, yang dijadwalkan digelar di Hotel Menara Bahtera, Balikpapan, Selasa (23/11) pagi ini yang akan dimulai pukul 09.00-17.00 Wita. "Dipastikan enam narasumber yang akan hadir pagi ini seperti dari Prof Dr Ir Bambang Budiono, Prof Dr Ir Mashur Irsam (ITB), Dr Ir Dedy S Priatna MSc (deputi Sarana dan Prasarana Bappenas), Dr Ir Bastari Pandji Indra Msp (direkrur Pengembangan Kerjasama Pemerintah dan Swasta), Ir Sony S Wibowo MT PhD dan Ir Ahmad Zubaeri (Organisasi Profesi)," katanya. Ditambahkan kegiatan untuk kali pertama membahas khusus persoalan pembangunan jembatan pendekat jarak regional Kalimantan itu, diisi sambutan Bupati Penajam Paser Utara H Andi Harahap, Wali Kota Balikpapan H Imdaad Hamid, dan Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak. "Masing-masing pembicara mendapatkan kesempatan bicara dengan memaparkan materi sesuai kompetensi, seperti Sony S Wibowo dan Ahmad Zubaeri mendapatkan kesempatan pertama memaparkan materi studi kelayakan rencana pembangunan jembatan Penajam-Balikpapan," ungkapnya. Dilanjutkan sesi kedua bertema Kerja Sama Pemerintah Swasta Proyek Infrastruktur di Indonesia 2010-2014 yang disampaikan Deddy S Priatna, Bastari Pandji Indra, keduanya dari Bappenas yang sejak awal secara individu mendukung percepatan pembangunan jembatan Nipahnipah – Melawai, Balikpapan, diluar pembangunan jembatan via Pulau Balang. Seminar sehari itu, juga membahas persoalan teknis. Bambang Budiono, Masyhur Irsam dan Endra Susila dari ITB akan mengungkap secara gamblang mengenai Struktur Jembatan Bentang Panjang Atas, dan Struktur Jembatan Bentang Panjang Bangunan Bawah, dan ditutup dengan kesimpulan yang diharapkan semakin memantapkan terwujudnya pembangunan jembatan yang diestimasikan menghabiskan anggaran Rp 4,1 triliun. max
|