SMPN 5 PPU Optimis Raih Predikat Adiwiyata 2010-11-23 04:56:00
PENAJAM, Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 5 Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) bertekat untuk terus mengukir prestasi baik dibidang pendidikan. Khususnya dimata pelajaran-mata pelajaran yang disajikan disekolah termasuk kegiatan ekstra kurikuler seperti keberhasilan meraih sekolah terbersih dan Lingkungan Hidup (LH) juga dapat meraih Sekolah Adiwiyata. Jalan makin terbuka bagi SMP Negeri 5 yang kini mendapat predikat Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI), ketika terpilih sebagai tempat penyelenggaraan “Sosialisasi Sekolah Adiwiyata se-Kabupaten PPU” dimana kegiatan ini diadakan oleh Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Pemkab PPU, akhir pekan tadi. Hadir dalam acara ini Kabid Pengembangan Badan Lingkungan Hidup Kaltim Dra Lili Kusnowati MSi, tampil sebagai pembicara sesi pertama sedangkan sesi kedua disampaikan oleh Kabid Evaluasi Bidang Komunikasi Pendidikan Lingkungan Hidup Kementerian LH Drs Parus MSi. Lili Kusnowati didampingi Kepala KLH PPU Dul Azis dan Kepala Sekolah SMPN 5 Sumardiana mengatakan, indikator dan kriteria Adiwiyata menuju sekolah Adiwiyata Nasional antara lain meningkatkan kepedulian yang berbudaya lingkungan, serta menjadikan bumi sebagai moto rumah tempat tinggal dalam arti yang sangat luas. "Sosialisasi yang dilangsungkan di Media Centre Room SMPN 5 itu mengusung tema Bumi Yang Indah Berawal Dari Sekolah, mengundang sedikitnya 50 sekolah terdiri SD, SMP dan SMA serta perwakilan Kantor Kementerian Agama PPU sedangkan prinsip-prinsip dasar program Adiwiyata yaitu partisipasi sekolah terlibat dalam manajemen sekolah yang meliputi keseluruhan proses perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi sesuai tanggung jawab dan peranannya," terang Lili. Ia mengatakan, seluruh kegiatan berkaitan soal lingkungan hidup yang diawali di sekolah, pihak pengelola sekolah harus melakukannya secara terencana dan terus menerus secara komprehensif, sementara, indikator dan kreteria Adiwiayta itu sendiri menurutnya adalah mengembangkan kebijakan sekolah peduli dan berbudaya lingkungan, mengembangkan kegiatan berbasis partisipatif dan mengelola sarana yang ada di tiap-tiap sekolah dengan konsep tepat guna. "Mengapa sosialisasi Adiwiyata ini dilaksanakan di SMP 5, karena kami melihat sekolah itu berpotensi menjadi Sekolah Adiwiyata pertama di Kabupaten PPU, ini didasari pengamatan yang kita lakukan selama ini yang mengindikasikan hal itu, ternyata sekolah ini sejak lama sudah bergerak dalam menciptakan ruang hijau," jelas Lili. Hal senada disampaikan Kepala KLH PPU Dul Azis, dia berharap dengan sosialisasi ini agar Pemkab PPU kedepan dapat menerapkan dengan benar apa yang disebut dengan Lingkungan Hidup berbazis pendidikan dan itu harus diterapkan di lingkungan sekolah, bahkan semua instansi pemerintah dan masyarakat. ‘’Kami sebagai instansi yang membidangi lingkungan hidup sangat mengharapkan seluruh komponen masyarakat tetap melestarikan lingkungan dengan menjaga biota darat dan biota laut yang dilindungi,’’ kata Dul Azis.max
|