Mulai Program Pro Rakyat Hingga Penyelesaian BSBGubernur Paparkan 15 Pesan untuk Walikota Samarinda
2010-11-24 05:05:44
SAMARINDA-Acara pengambilan sumpah dan pelantikan H Syaharie Ja’ang SH. dan Ir H Nusyirwan Ismail, sebagai Walikota dan Wakil Walikota Samarinda masa jabatan 2010 - 2015, Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak menyampaikan 15 pesan kepada walikota yang baru. Pesan tersebut mulai dari program pro rakyat hingga penyelesaian pembangunan Bandara Samatinda Baru (BSB). "Kota Samarinda adalah Ibukota Provinsi Kaltim, yang memiliki luas wilayah daratan 718,23 km2 dan terdiri dari 6 kecamatan dan 53 kelurahan dan desa. Berdasarkan hasil Sensus Penduduk 2010, penduduk Samarinda sebanyak 726.223 jiwa dengan kepadatan 1.011 jiwa per/km2. Dari penduduk Kaltim saat ini sebanyak 3,5 juta jiwa," kata Awang Faroek Ishak. Awang mengatakan, masalah lain yang perlu mendapat perhatian adalah bidang pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, ekonomi dan perdagangan, masalah lingkungan hidup, banjir, tanah longsor, penerapan hukum dan HAM, kesetaraan gender, serta kesejahteraan masyarakat yang masih perlu lebih ditingkatkan dalam rangka menuju pencapaian target-target pembangunan milenium (Millenium Development Goals – MDGs) yang juga merupakan kewajiban bersama untuk mewujudkannya. "Sehubungan dengan itu, visi dan misi pembangunan Kota Samarinda ke depan, hendaknya juga dapat difokuskan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya pengentasan kemiskinan, karena di Samarinda berdasarkan data Bappeda Kaltim tahun 2009 masih terdapat 28.970 penduduk miskin atau 11,82 persen dari jumlah penduduk miskin se-Kaltim Kemudian terdapat pula 28.109 (17,77 persen) penganggur, 7.427 (37,27 persen) anak jalanan, 683 (20,96 persen) tuna susila, 1.481 penderita cacat, 6.103 orang lanjut usia (lansia) dan 471 (38,73 persen) penderita HIV/AIDS,"paparnya. Awang minta, agar dalam upaya pengentasan kemiskinan, pengangguran dan mengetasi masalah kesejahteraan sosial tersebut hendaknya dilakukan dengan program pembangunan yang terkait langsung dengan pemberdayaan usaha mikro dan kecil (UMK) dan program lain yang berpihak pada keadilan (Justice for All) dan Pro Rakyat. Ditambahkan Awang, pertambahahan penduduk yang tidak dibarengi dengan peningkatan jumlah lapangan kerja, menimbulkan masalah sosial. Bertambahnya penduduk miskin, maraknya para pengemis dan anak jalanan, praktek prostitusi, krinimalistas, pedagang kaki lima - PKL liar, penggunaan dan peredaran nakorba serta HIV/AIDS. "Sementera itu pembangunan infrastuktur tidak merata yang tentunya dapat menimbulkan kerawanan lingkungan hidup seperti kemacetan lalu-lintas, banjir, tanah longsor, krisis air bersih, polusi udara dan wabah penyakit.Sebagai warga masyarakat, siapa pun yang tinggal di Samarinda pasti akan menginginkan kota ini akan dapat memberikan rasa keteduhan, suasana yang rapi, jalan dan lingkungan yang bersih,,"paparnya. Menurut Awang, untuk memajukan Kota Samarinda menjadi lebih baik memerlukan kerja ekstra keras yang menuntut keseriusan di berbagai bidang pembangunan, karena daerah ini masih terbatas dalam hal ketersediaan infrastruktur seperti jalan dan jembatan serta prasarana dan sarana perhubungan lainnya. Berdasarkan data dari BPS Provinsi Kaltim di tahun 2009, di Samarinda terdapat jalan negara beraspal sepanjang 56,95 km, jalan provinsi 118,75 km, jalan kota 536,42 km dengan kendaraan bermotor sebanyak 402,817 buah. Akan tetapi melihat kondisi jalan dalam Kota Samarinda saat ini yang mengalami tingkat kerusakan yang semakin meningkat, maka saya mengharapkan agar segera dilakukan peningkatan lapis permukaan jalan. "Sedangkan pada jalan-jalan raya rawan kemacetan perlu segera dilakukan antisipasi terhadap kemacetan lalu lintas.Oleh karena itu, diharapkan dengan adanya kepemimpinan baru ini, juga akan dapat mengubah keadaan. Walikota dan Wakil Walikota yang baru dapat membuka suasana baru dan semangat baru."pinta Awang.mar/adv
|