Pertamina Bangun Bendungan dan CCT di PPU

2010-11-25  04:45:47

PENAJAM, PT (Persero) Pertamina Pusat menyatakan rencana proyek bendungan Lawelawe dan proyek Central Cruide Terminal (CCT) atau terminal pusat minyak mentah di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) yang bakal dibangun merupakan terminal minyak mentah terbesar kedua se Asean setelah Negara Bahrain.
Rencana pembangunan CCT  itu dibahas dalam rapat terbatas antara Dinas Pekerjaan Umum dan Kimpraswil (DPU dan Kimpraswil) PPU bersama PT Pertamina di ruang kerja Sekkab H Sutiman di lantai dua, Kantor Bupati, baru-baru ini.
Keduanya sepakat melanjutkan tahapan dua proyek besar itu, terutama penetapan lokasi dibangunnya proyek serta dukungan perizinan dari Pemkab PPU, sedangkan Kepala Dinas PU dan Kimpraswil Mangasi Tambunan mengatakan, Pemkab PPU akan membangun bendungan Lawelawe yang lokasinya berdekatan dengan rencana pembangunan CCT Pertamina.                                   
"Prinsipnya kedua belah pihak saling mendukung dengan program masing-masing dan kita baru bahas secara teknis, ya intinya Pemkab dan Pertamina saling mendukung rencana masing-masing itu," jelas Mangasi Tambunan saat ditemui sejumlah wartawan usai rapat.
Dia menjelaskan, Pertamina menyampaikan rencana 2013 CCT siap dioperasikan, pun pembangunan bendungan Lawelawe diharapkan tanpa ada hambatan sedangkan pemetaan lahan sudah dilakukan dua pekan lalu kini tinggal melanjutkan detailnya.
"Secara tidak langsung Pertamina setuju lahan miliknya dijadikan sebagai areal bendungan Lawelawe dan CCT itu," terang Mangasi.
Pihaknya menambahkan, total lokasi bendungan Lawelawe direncanakan sekitar 220 hekatre, karena lahan itu masuk wilayah milik Pertamina, sedang proyek CCT diperlukan seluas 562 hektare dengan jumlah tanki penampung sebanyak 23 unit yang kapasitasnya 8 ribu barel per unit mak pemkab PPU dan Pertamina sudah teken kontrak soal lahan tinggal sekarang menunggu pelaksanaannya saja.
Menurut Mangasi, dua proyek itu dikerjakan dengan sistem multiyears tiga tahun anggaran, dibayar sampai 2013 yang akan datang, sedangkan pagu anggaran bendungan itu mencapai Rp 112 miliar, dengan kapasitas produksi air bersih yang dihasilkan mencapai 120 liter per detik.
Sementara, Vice President Engineering Center PT Pertamina Pusat, Muchammad Khamin menjelaskan, pengembangan terminal Lawelawe direncanakan dalam jangka panjang, karena itu Pertamina membutuhkan dukungan Pemkab PPU, kemudian soal pemanfaatan aset terkait bendungan itu dilakukan melalui mekanisme bisa berupa sewa, kerjasama atau bisa juga pelepasan aset investasi.
"Biasanya pelepasan aset didahului dengan mekanisme pinjam pakai, namun sebelumnya, kami akan lakukan survei kembali tiga bulan mendatang soal batas-batas yang dibutuhkan Pertamina. Sehingga ketika pembangunan mulai dilakukan tidak ada masalah termasuk kalau nantinya berbatasan dengan lahan milik masyarakat,"  tutupnya.  max

Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
KAMIS
New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
 
 
 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 1235 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...