Pemda Diminta Hentikan Pemberian Izin Tambang2010-11-25 05:30:24
SAMARINDA–Anggota Komisi I DPRD Kaltim, Rakhmad Majid Ghani meminta agar pemerintah daerah ‘membuka mata’ atas kerusakan lingkungan yang diakibatkan aktivitas pertambangan yang terjadi dihampir semua kabupaten/kota. Hal itu diungkapkan Rakhmad Majid usai melakukan kunjungan dalam daerah, belum lama ini. Rakhmad Majid mengaku prihatin, atas terjadinya kerusakan alam di Kaltim yang dipicu aktivitas pertambangan. Bahkan katanya, kerusakan lingkungan itu tidak hanya dilihat secara langsung, namun juga berdasarkan data dari laporan Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (PHKA), Kementerian Kehutanan. Dari informasi Direktorat PHKA yang diperolehnya, tercatat ratusan ijin tambang ditengarai kuat menyalahi aturan yang membuat ribuan hektar hutan kawasan berstatus tidak boleh tambang menjadi rusak, dan membuat negara dirugikan triliunan rupiah. Parahnya, imbuh Rakhmad, berbagai macam modus operandi dilakukan.Termasuk keterlibatan perusahaan perkebunan. “Untuk pengusaha perkebunan ikut andil didalam melakukan perusakan lingkungan dengan melakukan perluasan diluar areal diijinkan,” tegas Rakhmad. Dari kondisi tersebut, seharusnya pemerintah kata Rakhmad Majid, tidak perlu menutup mata, serta berusaha maksimal menuntaskan semua masalah. Sementara untuk optimalisasi pengawasan kerusakan lingkungan, Rakhmad Majid menyarankan agar pemerintah menjalin kerjasama dengan pihak terkait. Termasuk imbuhnya, pemberian sanksi yang tegas kepada oknmun perusahaan penambang yang nakal. “Semua harus ditempuh. Tidak terkecuali menjatuhkan sanksi tegas kepada oknum aparat yang menjadi backing pengusaha tambang itu,” pungkas Rakhmat Senada, anggota komisi III, Saifuddin DJ meminta kepada Pemkab/Pemkot segera menghentikan ijin perkebunan dan pertambangan di kawasan hutan. Ia mengimbau, ijin untuk usaha perkebunan dan tambang yang telah terlanjur diterbitkan diawasi dengan ketat. Tidak terkecuali mengawasi reklamasi lahan paska penambangan. “Lebih baik lahan sudah ada sekarang diperbaiki,” pinta Saifuddin. fer
|