Potensi Laut Berau Belum Tergarap Maksimal2010-11-26 01:49:35
TANJUNG REDEB- Meskipun potensial, sumber daya alam (SDA) laut Kabupaten Berau belum dapat tergarap secara optimal. Faktor kurang sarana dan prasarana masih menjadi alasan utama memicu pengelola SDA kelautan Berau belum dapat berbicara lebih banyak disektor ini. Hal itu seperti diungkapkan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Berau Drs Anwar. Dukungan sarana yang masih minim baik dari pemerintah provinsi dan pusat, menjadikan masyarakat nelayan setempat mengelola hasil sumber laut dengan cara tradisional. “Tentu dengan penghasilan yang realatif kecil dibandingkan dengan nelayan modern. Kita perlu pola pengelolaan yang lebih maju lagi dari yang sekarang,” kata Anwar. Lebih parah lagi, ungkap Anwar, dengan potensi tangkapan langsung yang melimpah, nelayan Berau lebih cenderung mengesampingkan pola pemberdayaan sumber laut. Masyarakat pesisir masih lebih memilih menangkap langsung dibandingkan pola pengembangan keramba atau pengelolaan lain. Bahkan mengakali sumber potensial itu, tak jarang masyarakat menggunakan metode penangkapan yang tidak ramah lingkungan, seperti bom ikan. Dapat dihitung dengan jari jumlah nelayan yang melakukan pengelolaan hasil laut dengan pola pemberdayaan di keramba. Sementara dukungan dari pemerintah provinsi dalam hal ini masih minim. Dikatakan, Balai Benih Ikan Pantai (BBIP) di Kecamatan Talisayan hanya memproduksi benur udang windu dalam satu tahun lebih kurang 2 juta ekor, yang empat kali siklus belum bisa memenuhi kebutuhan lokal yakni 40 juta benur. Semestinya, lanjut Anwar, BBIP itu juga dapat memproduksi ikan pantai seperti ikan kerapu dan bandenhg, sehingga bisa memacu pengembangan sub sektor budidaya (KJA) bagi masyarakat pesisir Berau. “Kita punya balai pembenihan, itu UPTD dari provinsi, namun sampai saat ini hanya memproduksi benur udang windu saja, sementara untuk bibit ikan kita masih sering mendatangkan dari Tarakan. Ini kan sayang sekali, ada tapi tidak terkelola dengan baik. Kalau bisa serahkan saja kepada Pemkab Berau agar dapat terkelola dengan baik,” ungkap Anwar di hadapan Komisi II DPRD Provinsi belum lama ini. Keinginan itu didasari minimnya SDM yang ada di lingkup UPTD dimaksud. “Tenaga yang ada hanya tenaga honor, kalau bisa nanti kita tempatkan SDM dengan skil baik dibidangnya agar program perikanan kita melalui pola pemberdayaan dapat berjalan maksimal,” tutup Anwar. as
|