Armed : Rawan Illegal Logging2010-11-26 01:51:10
TANJUNG REDEB - Seiring kembali beroperasinya PT Kertas Nusantara (KN), Kapolres Berau AKBP Armed Wijaya MH menilai rawan terjadi illegal logging. Pasalnya, kondisi seperti ini kerap kali dimanfaatkan oleh oknum – oknum yang mengatasnamakan kelompok tani melakukan pembukaan lahan, lalu menjual kayu yang ada di areal lahan tersebut tanpa dilengkapi dengan dokumen yang sah. Menurut Armed, banyak cara yang dilakukan oleh pembalak liar ini, diantaranya berkedok lahan rakyat atau lahan milik kelompok tani. Lalu melakukan penebangan kayu tanpa mengikuti aturan yang berlaku. “Kasus – kasus seperti ini tentu saja pernah terjadi di Kabupaten Berau, dan ini pun kita tindaklanjuti serius. Karena bagaimana pun juga yang mereka lakukan ini melanggar hukum,” tegasnya. Karenanya pihaknya memerintahkan anggotanya untuk meningkatkan pengawasan di lapangan, agar ulah para pembalak liar dapat diminimalisir. Sehingga kelompok tani yang benar – benar serius melakukan penanaman bibit pohon kertas tidak terkena imbasnya. Dikatakannya, pihaknya sudah mengetahui jalan - jalan tikus (anak sungai.red), dimana para pelaku biasa mengeluarkan kayu hasil illegal loging tersebut. Kendati tidak menunggu di alur anak – anak sungai terus menerus siang dan malam, tetapi pengawasan di lapangan tetap ditingkatkan. “ Sama sekali kita tidak menghalang – halangi kelompok tani melakukan penanaman. Tapi yang penting jangan menyalahi aturan, apa lagi sampai melakukan pembalakan liar,” tuturnya. Ia mengaku senang jika PT KN kembali operasi normal, sehingga karyawan yang sebelumnya dirumahkan bisa kembali bekerja. Dan dengan kembali beroperasinya KN ini dapat membuka peluang bagi pencari kerja. Menurut dia, hal itu sedikit banyak akan berdampak positif terhadap masyarakat Berau. Dimana secara ekonomi peningkatan itu pasti ada, sehingga yang selama ini dirumahkan harus kerja ekstra keras untuk mencari sampingan atau usaha lain, untuk memenuhi kebutuhan merasa terbantu. Dampak positifnya lagi, lanjut dia, dengan dibukanya perusahaan bubur kertas ini sedikit banyak dipastikan berefek terhadap menurunnya jumlah kriminalitas di Kabupaten Berau. Karena secara tidak langsung jumlah pengangguran terus berkurang. “Ini harus kita akui, orang melakukan kejahatan itu mayoritas dikarenakan desakan ekonomi keluarga. Kalau orang merasa cukup, nggak mungkin nekat mencuri,” ucapnya. roz
|