4 Negara Calon Investor KIPI Maloy2010-11-26 02:16:14
SAMARINDA-Empat negara masing-masing Amerika Serikat, Singapura, China dan Malaysia, menjadi calon investor pembangunan Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Maloy yang berlokasi di Kabupaten Kutai Timur (Kutim). “Sementara ini negara yang telah menawarkan diri memang cukup banyak, diantaranya Malaysia, kemudian Amerika Serikat. Bahkan Amerika Serikat telah melakukan MoU dengan pemprov Kaltim, hanya saja mereka lebih menawarkan untuk pembangunan Tol-nya. Kemudian lagi Singapura dan terakhir Malaysia,” ujar Ketua Tim Percepatan Pembangunan KIPI Maloy Kaltim H Sulaiman Gafur, yang juga Staf Ahli Gubernur Kaltim Bidang Pembangunan, ketika ditemui di Setprov Kaltim, Kamis (25/11). Saat ini, kata dia, proses pembangunan KIPI Maloy masih dalam tahap proses perencanaan Master Plan dan Bisnis Plannya saja. “Kita berharap akhir tahun ini proses perencanaan Master Plan dan Bisnis Plannya dapat selesai,” jelasnya. Dikatakannya, untuk proses perencanaan ini memang saat ini tengah dikerjakan oleh Bappeda Kaltim. Hanya saja, hal itu juga dibantu oleh konsultan yang telah ditunjuk untuk penyelesaiannya. “Pemprov Kaltim melalui Tim Percepatan saat ini memang tengah melakukan pengumpulan-pengumpulan data yang nantinya akan dibahas bersama, yang selanjutnya nanti akan dirancang. Dan dalam perancangan inilah nantinya diperlukan masukan berbagai pihak termasuk pelaku-pelaku usaha di Kaltim,”ujarnya. Sulaiman berharap, setelah disusunnya perencanaan tersebut, seluruh pengusaha di Kaltim maupun luar Kaltim dapat mendukung proses pembangunan KIPI Maloy ini. “Tentunya itu akan dibentuk dalam perencanaan yang komprehensif. Harapannya, ini menjadi acuan bagi kita semua dalam proses pembangunan Maloy,” jelasnya. Setelah perencanaan Master Plan dan Bisnis Plan semua siap, kemudian selanjutnya barulah ditawarkan ke para insvestor untuk proses pembangunannya. “Jadi, selanjutnya hanya sistimnya saja yang diatur,” timpalnya. Lebih lanjutnya, kata Sulaiman, yang terpenting ke depannya adalah proses pembangunan KIPI Maloy ini dibentuknya dewan dalam kawasan. “Hanya saja, sebelum dibentuk dewan kawasan, kita akan memfokuskan KIPI Maloy menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Jika, itu semua terwujud dan direspon baik oleh Pemerintah Kabupaten Kutim, maka selanjutnya barulah dibentuk dewan dalam kawasan yang nantinya memantau kinerja proses pembangunan KIPI Maloy menjadi KEK. Mudah-mudahan saja ini terwujud,” pungkasnya.mar/adv
|