Gawak Dukung Penuh Jembatan Penajam-Balikpapan2010-11-27 05:24:47
BALIKPAPAN, Gagasan Bupati Penajam Paser Utara (PPU) membangun jembatan lintas Teluk Balikpapan dari Nipahnipah-Melawai, kota Balikpapan sepanjang 4,4 kilometer mendapat dukungan tidak hanya dari masyarakat, pemerintah kabupaten PPU dan DPRD PPU, maupun Pemkot Balikpapan. Tetapi juga dari Gabungan Wartawan Kalimantan (Gawak) mendukung penuh gagasan itu karena dinilai sangat tepat dan ekonomis dinilai dari berbagai segi. Karena jembatan itu tidak hanya menguntungkan masyarakat PPU dan Balikpapan tapi sangat menguntungkan bagi masyarakat di empat provinsi Kalimantan yakni Kalimantan Timur (Kaltim), Kalimantan Selatran (Kalsel), Kalimantan Barat (Kalbar) dan Kalimantan Tengah (Kalteng) maka sewajarnyalah kalau kehadiran jembatan itu mendapat dukungan penuh. Sejak berdirinya Kabupaten PPU delapan tahun silam, banyak kemajuan yang dialami kabupaten yang masih terbilkang muda dan belia ini, namun ketika jembatan ‘ekonomi’ Nipahnipah-Melawai terbangun maka dipastikan kehidupan daerah-daerah disekitarnya akan ikut berkembang dengan cepat terutama tentunya PPU dan Balikpapan. Demikian dikatakan Koordinator Perhimpunan Perintis Kemerdekaan Indonesia (PPKI) Kaltim dan Koordinator Gawak Kalimantan H Andi Agoes, Y, SH, ketika ditanya tanggapannya terkait rencana pembangunan jembatan dari Nipahnipah-Melawai, Balikpapan usai seminar sehari rencana pembangunan jembatan bentang panjang Nipahnipah-Melawai, Balikpapan di Lantai III Hotel Menara Bahtera, Jln. Dondang, Balikpapan Selasa (23/11) tadi. Koordinator Gawak yang dikenal sangat kritis menyikapi berbagai pergerakan pembangunan dan perkembangan lain di Kaltim mengaku sangat apresitif terkait pembangunan jembatan itu, apalagi masyarakat PPU harus diakui masih banyak ketergantungan dengan kota Balikpapan terutama yang berkaitan dengan ekonomi dan kesehatan. Sampai saat ini, untuk menuju ke Balikpapan dari Penajam masih harus meluangkan waktu yang cukup panjang sekitar 2 jam kalau kita melewati angkutan feri, kalau menggunakan speed boat akan lebih cepat hanya sekitar 20 menit dan jika menggunakan kapal klotok maka kita membutuhkan waktu satu jam dan itu berarti harus mengeluarkan biaya transportasi yang cukup besar. Yang menjadi sorotan kami dari PPKI Kaltim terkait leyanan kesehatan dan angkutan jemaah haji serta kebutuhan ekonomi yang cukup mendasar, seperti seorang pasien yang harus dirujuk ke RSU di Balikpapan harus diangkut menggunakan kapal feri itu berate membutuhkan waktu 2 jam, kalau pasien itu kritis, pasti akan fatal sebelum tiba di rumah sakit di Balikpapan. Sama halnya dengan ketika masyarakat PPU dan Kabupaten Pasir yang akan berangkat ke Tanah Suci, pasti harus antre berjam-jamn sebelum naik kapal feri, ini tentunya harus dicarikan solusi agar perjalanan penyeberangan harus lebih cepat dan satu-satu alternative yang paling cepat dan efisien adalah hadirnya jembatan Nipahnipah-Melawai, Balikpapan. Bupati PPU H Andi Harahap, SSos, mengatakan rencana pembangunan jembatan 4,4 Km itu bukan untuk kepentingan pribadi tapi sudah melalui kajian yang sangat mendalam dan menjadi keinginan masyarakat PPU, harapan kami dengan hadirnya jembatan itu maka pembangunan, ekonomi, pendidikan, sosial di PPU akan lebih maju lagi. ‘’Memang awalnya kami merencanakan pembangunan jembatan itu dari Nipahnipah – Melawai Balikpapan. Namun itu semua kami serahkan kepada tim yang melakukan kajian termasuk masukan dari berbagai pakar jembatan dan ahlinya dari ITB," lanjutnya.max
|