DKP Kukar Yakin Konsep 353 Tercapai

Pusat Ingin Produksi Ikan Tak Merangkak Tapi Melompat

2010-11-27  08:46:53

TENGGARONG- Keinginan kuat menjadi negara produksi ikan terbesar menjadi alasan pemerintah pusat mendongkrak produksi ikan yang tak tanggung-tanggung, dimana yang ditekankan kepada tiap daerah bukan lagi peningkatan produksi yang merangkak tapi melompat. Keinginan tersebut melihat potensi perikanan Indonesia yang sangat besar dan Kabupaten Kutai Kartanegara sebagai salah satu daerah potensi perikanan mendapat tantangan dalam mendukung target yang diprogramkan pusat.
Untuk program lima tahun ke depan, pemerintah pusat telah membuat program nasional 353, maksudnya adalah peningkatan produksi ikan hinggga 353 persen terhitung sejak tahun 2010 sampai tahun 2014 ke depan. Peningkatan dimaksud khusus untuk sektor budidaya perikanan, baik keramba, kolam maupun tambak.Sedangkan untuk sektor tangkap, pihak pusat menargetkan peningkatan sebesar 5 persen untuk lima tahun ke depan.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kukar, M Syahran mengatakan program  pemerintah pusat yang menginginkan peningakatan produksi yang tidak lagi merangkak, namun melompat adalah sebuah tantangan yang diyakini akan dapat terpenuhi, khususnya bagi Kukar.
Motivasi melalui  Panji keberhasilan pembangunan bidang perikanan dari Presiden yang diterima Pemkab Kukar beberapa waktu lalu juga sebagai  tantangan bagi pihak DKP untuk terus meningkatkan produksi guna memenuhi terget pemerintah pusat.
Sebagai daerah yang memiliki potensi besar, baik bidang tengkap terlebih bidang budidaya, DKP Kukar optimis program lima tahun dengan konsep 353 tersebut bisa dicapai. Dengan memiliki semua potensi perikanan yang saat ini sedang dikembangkan, pihak DKP Kukar yakin pada tahun 2014 ke depan target peningkatan produksi budidaya ikan Kukar mencapai 353 persen sesuai program nasional.
Keyakinan pencapaian target dimaksud juga pernah disampaikan Sekretaris DKP Kukar, Muslik. "Kita memiliki semua potensi bidang budidaya perikanan, baik kolam, keramba maupun tambak. Saat ini potensi yang kita miliki itu masih banyak yang belum tereksploitasi secara maksimal. Itu pun kita sudah bisa buktikan dengan meraih penghargaan Presiden berupa panji keberhasilan pembangunan sektor perikanan. Karena itu, kami sangat optimis target itu (353 persen pada tahun 2014, red) bisa tercapai," ungkap Muslik.
Dijelaskan, untuk budidaya keramba, selain akan menambah jumlah keramba di sepanjang Sungai Mahakam mulai Kecamatan Loa Janan, Loa Kulu, Tenggarong hingga kecamatan bagian pedalaman sebagaimana program 500 ribu keramba yang diprogramkan Provinsi Kaltim, pihak DKP juga akan lebih memaksimalkan keberadaan kolam-kolam eks tambang yang banyak terdapat di sejumlah kecamatan, terutama Tenggarong Seberang untuk budidaya ikan keramba.
Demikian pula dengan kolam-kolam ikan yang juga semakin berkembang pesat dan terdapat hampir diseluruh wilayah kecamatan di Kukar. Tambak-tambak yang ada di wilayah pesisir pun akan semakin dimaksimalkan, agar produktifitas dan produksinya makin meningkat.
Sedangkan untuk target peningkatan produksi tangkap (laut, red) 5 persen pada tahun 2014, menurut Muslik target tersebut juga bisa dicapai, mengingat selain memang memiliki potensi laut yang lumayan besar,  Kukar juga memiliki ground station dengan menggunakan satelit Nooah. Satelit bumi tersebut merupakan alat moderen yang bisa digunakan untuk mengolah data tingkat kesuburan laut, yang bisa menunjukan peta atau lokasi segerombolan ikan di laut, sehingga mempermudah nelayan. Dengan dilengkapi alat kominikasi dengan operator satelit berupa radio, nelayan yang juga dilengkapi GPS dan fish finder bisa langsung menuju lokasi gerombolan ikan di laut. Hal itu selain bisa meningkatkan hasil tangkap, juga bisa menekan biaya operasional berupa BBM, karena nelayan tidak lagi harus meraba-raba berkeliling mencari lokasi tangkapan, tapi langsung menuju lokasi yang menurut data satelit terdapat ikan yang akan ditangkap.
Dengan potensi yang disertai pembinaan-pembinaan dan bantuan terhadap kelompok nelayan, terget peningkatan produksi per lima tahun terebut dipastikan akan tercapai
Program peningkatan produksi yang akan digenjot demi mencapai peningkatan 353 persen tahun 2014, dilakukan dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan. Pihak DKP tidak ingin upaya peningkatan produksi yang dilaksanakan itu bisa merusak ekosistem atau lingkungan. Untuk budidaya tambak, pihak dinas sudah melakukan penerapan sistem pupuk organik serta penanaman  pohohn mangrove pada tambak. Sementara pada bidang tangkap, baik di danau maupun di sungai, juga telah terbentuk kelompok masyarakat pengawas (pokmaswas), yang bertugas mengawasi alat tangkap yang digunakan, seperti penggunaan pestisida atau jenis racun ikan lainya serta penggunaan setrum ikan.
Semua itu dilakukan agar ekosistem tidak terganggu dan lingkungan tetap lestari. yd

Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
KAMIS
New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
 
 
 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 1235 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...