SJI Kaltim Wisuda 25 Lulusan2010-11-29 06:27:47
SAMARINDA-Sekolah Jurnalisme Indonesia (SJI) Cabang Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim akhirnya berhasil meluluskan 25 dari 45 peserta angkatan pertama yang diselenggarakan atas kerjasama dengan PWI Pusat, yang berlangsung di Aula PWI. Gubernur Kaltim yang diwakili Plt. Asisten Bidang Pemerintahan, Sofyan Helmy mengatakan menyambut baik kegiatan pendidikan bagi wartawan di Kaltim ini. Menurut dia, dengan profesionalnya seorang wartawan akan dapat berpartisipasi menyuarakan pembangunan Kaltim dengan jujur, berimbang dan sesuai fakta. “Saya mewakili pemerintah Provinsi Kaltim menyambut gembira siswa yang telah lulus. Semoga kegiatan ini dapat berkelanjutan dan kualitas lulusan dapat menerapkan serta mengembangkan ilmu dalam kegitan peliputan berita sehari-hari,” kata Sofyan Helmy saat acara wisuda SJI Kaltim Kamis malam (25/11) lalu. Sofyan Helmi mengingatkan, bahwa media dan wartawan hendaknya dapat menunjang pembangunan dengan memberikan informasi yang jelas, akurat dan lengkap kepada masyarakat. Karena, ujarnya, jika pemberitaan tidak lengkap dan tidak akurat akan membingungkan bahkan menimbulkan salah persepsi bagi masyarakat atau pembaca. “Bahkan masyarakat dapat menyangka media sebagai alat untuk mengadu domba satu pendapat dengan pendapat lain. Membenturkan satu pemikiran dengan pemikiran lainnya. Akhirnya masyarakat mengira terjadi perselisihan antara satu orang dengan orang lainnya. Inilah yang harus dihindari,” tegasnya. Sementara itu, Kepala Sekolah Jurnalisme Indonesia Kaltim, Achmad Bintoro mengatakan banyaknya siswa yang tidak lulus dalam mengikuti pendidikan ini karena standar nilai yang diterapkan berdasarkan kurikulim SJI Pusat yang tidak membedakan dengan pendidikan jurnalisme di beberapa kota lain, yakni Kota Palembang, Semarang dan Bandung. Menyikapi banyaknya siswa SJI Kaltim yang tidak lulus, Sekretaris Jenderal PWI Pusat, Hendri CH Bangun mengakui angka ketidaklulusan siswa SJI Kaltim adalah yang terbesar disbanding kota-kota lain. “Dengan jumlah siswa yang kurang lebih sama, persontase siswa yang tidak lulus SJI di Sumatera Selatan hanya 15 persen. Itupun mungkin tidak sampai 15 persen. Sedangkan di Semarang, Jawa Tengah ada empat orang tidak lulus,” ujar Hendri. Dia menilai, ada dua kemungkinan mengapa masih ada wartawan yang tidak lulus, yaitu kemungkinan pelajarannya yang memang sulit atau tugas sebagai wartawan yang tidak bisa ditinggalkan. Sehingga banyak peserta yang tidak mengikuti pelajaran hingga tuntas.mar/adv
|